Pemuda berusia 26 tahun asal Lampung, Fauzan, menempuh perjalanan semalaman demi melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal pada Rabu (27/5) pagi.
Keinginan Fauzan akhirnya tercapai pada momen Iduladha tahun ini. Kepada kumparan, Fauzan bercerita dirinya berangkat dari Cikande, Banten, tempatnya merantau, sejak Selasa (26/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Ia bahkan memilih menginap di sebuah masjid di kawasan Gambir bersama teman-temannya setelah menempuh perjalanan selama dua hingga tiga jam agar bisa mengikuti Salat Idul Adha di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
“Kami sudah meniatkan, mengikhtiarkan untuk salat Id di Istiqlal,” kata Fauzan di area salat utama Masjid Istiqlal, Rabu (27/5).
Menurutnya, suasana megah dan khusyuk di Masjid Istiqlal menjadi alasan utama dirinya rela datang dari luar kota. Pria yang bekerja sebagai buruh itu mengaku sudah bercita-cita salat di Istiqlal sejak kecil.
“Dari kecil saya lihat live streaming salat Id di Istiqlal di TV. Jadi baru kesampaian sekarang,” ujarnya.
Fauzan juga mengakui Salat Id di Istiqlal memberikan pengalaman berbeda dibandingkan di masjid lain. Selain kapasitas jemaah yang besar, ia juga antusias karena bisa melihat langsung sejumlah tokoh nasional yang hadir dalam pelaksanaan salat.
“Apalagi skalanya bukan skala daerah lagi, tapi skala nasional,” ucapnya sambil mengisyaratkan kata “besar” dengan tangannya.
Ia mengatakan pengalaman pertama menjalani Lebaran Haji di tanah rantau menjadi momen yang berkesan baginya. Karena itu, ia sengaja memilih Istiqlal sebagai tempat menunaikan Salat Idul Adha tahun ini.
Dari khotbah Idul Adha yang disampaikan khatib, Fauzan mengaku paling mengingat kisah ketulusan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
“Bagaimana pengorbanan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, lalu Allah melihat ketulusannya dan menggantinya dengan seekor kambing atau domba,” kata Fauzan.
Fauzan mengaku akan pulang setelah pelaksanaan Salat Zuhur. Sambil menunggu waktu Zuhur, ia memanfaatkan waktu untuk sekadar menikmati suasana dan melihat hiruk pikuk perkotaan dari atas Masjid Istiqlal.





