MALANG, KOMPAS.TV - Rabu pagi, puluhan kambing kurban ini diarak berkeliling kampung oleh ratusan pemuda di Kampung Temenggungan Kota Malang. Sambil melantunkan takbir, kambing ini diajak berjalan dan suasana pun terlihat sangat meriah. Yang juga tak kalah menarik, kambing yang diarak rata-rata memiliki ukuran jumbo.
Menurut ketua panitia, tradisi mengarak hewan kurban ini adalah warisan dari para leluhur mereka di Kampung Temenggungan sejak tahun 60-an. Berjalan hingga puluhan tahun, tradisi ini terus dilestarikan oleh generasi muda Kampung Temenggungan.
Mereka percaya dengan mengarak hewan kurban sebelum disembelih, peredaran darah hewan kurban menjadi lancar sehingga saat disembelih darah bisa keluar dengan tuntas. Sehingga daging kurban lebih segar dan bersih. Selain itu tradisi ini juga sebagai syiar agama untuk mengajak orang ikut berkurban.
"Karena tradisi ini berjalan dari kakek kakek kita sampai ke generasi berikutnya dari cerita tiap generasi itu nyambung akhirnya semangat ini nyambung ke generasi yang paling kecil." Terang Iqbal.
Tradisi mengarak hewan kurban ini nyatanya mampu menarik perhatian masyarakat sekitar. Untuk tahun ini panitia menerima 50 ekor kambing dan 5 ekor sapi untuk kurban.
Penulis : KompasTV-Malang
Sumber : Kompas TV
- daging kurban
- Idul Adha Malang
- daun jati
- bungkus daging kurban
- berita Malang





