JAKARTA, KOMPAS.com - Karyono (45) sudah lebih dari 20 tahun menjadi tukang jagal hewan kurban setiap Idul Adha.
Keahlian itu ia pelajari sejak muda melalui pendidikan di pesantren hingga mengikuti pelatihan juru sembelih halal (Juleha).
"Waktu itu kita ngikutin pelatihan-pelatihan di yayasan. Bahkan di pondok pesantren, termasuk baru kemarin-kemarin itu ada yang namanya pelatihan Juleha atau juru sembelih halal," kata Karyono saat ditemui Kompas.com di kawasan Muara Angke, Rabu (27/5/2026).
Baca juga: Sapi Kurban Lepas dan Lari ke Jalan Raya di Ciputat Tangsel, Warga Panik Mengejar
Sehari-hari, Karyono bekerja sebagai wiraswasta.
Namun setiap Idul Adha tiba, ia kembali menjalani profesi sebagai tukang jagal yang berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk memenuhi permintaan warga.
Pada Idul Adha tahun ini, Karyono berkeliling ke sejumlah titik di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, mulai dari Pekojan hingga Muara Angke.
“Kalau tahun ini saya 5 titik,” ujar dia.
Baca juga: Puluhan Tahun Menjagal dengan Hati, Kisah Eko dan Hewan-hewan Kurban
Menurut Karyono, perpindahan lokasi dilakukan karena kebutuhan tiap panitia kurban berbeda-beda.
Ada yang hanya membutuhkan jasa penyembelihan, ada pula yang meminta proses hingga pemotongan daging selesai.
“Ketika panitia hanya sekadar membutuhkan pemotongan, ya pemotongan. Ada kalanya memang panitia membutuhkan pemotongan sampai turun daging. Nah itu membutuhkan proses yang lama,” tutur dia.
“Kalau untuk pribadi sih lebih nyamannya ya 1 tempat. Cuman terkadang kebutuhan masyarakat itu kan relatif,” lanjut Karyono.
Baca juga: Mau Dipotong, Sapi Kurban 350 Kg Kabur dan Terjebak di Gorong-gorong Sedalam 2 Meter di Jaktim
Selama Idul Adha tahun ini, Karyono mengaku telah melakukan penyembelihan delapan ekor sapi dan sekitar 30 kambing. Jumlah itu, menurut dia, justru tidak terlalu banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Selain harus berpindah-pindah lokasi, Karyono juga dituntut bekerja cepat karena proses penyembelihan dan pemotongan daging membutuhkan tenaga serta waktu yang tidak sedikit.
Ia mengatakan, untuk jasa penyembelihan sapi, panitia kurban di Jakarta biasanya memberikan upah sekitar Rp 500.000 per ekor.
Baca juga: Tak Bisa Asal Berani, Teknik dan Pengalaman Kunci Penting Saat Sembelih Hewan Kurban