Kronologi 3 Pemuda di Jember Diciduk Polisi Usai Bikin Warga Resah Gegara Buat Konten Viral Teror Pocong

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Kronologi 3 pemuda di Jember diciduk polisi usai bikin warga resah. Mereka diketahui buat konten viral teror pocong.

Isu teror pocong baru-baru ini terus merambah di berbagai daerah di Indonesia salah satunya yaitu ada di Jember, Jawa Timur. Akibatnya, terdapat tiga pemuda yang kemudian diamankan oleh polisi setelah adanya laporan masyarakat terkait unggahan video atau gambar yang meresahkan warga.

Ketiga pemuda tersebut, yaitu ada RA (21), MA (19), dan FR (19), yang merupakan warga Lingkungan Cangkring, Keluragan Patrang, Kecamatan Patrang. Adapun, Kanit Pidum Satreksrim Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo mengatakan polisi bergerak setelah konten tersebut memicu spekulasi liar di tengah masyarakat,

“Media sosial akhir-akhir ini memang ramai video maupun pemberitaan terkait pocong yang membuat masyarakat resah,” kata Andry, dilansir dari Kompas.com.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi memastikan bahwa ketiga pemuda itu tidak memiliki niat melakukan tindak kriminal. Mereka mengaku hanya ingin mengikuti tren konten viral yang sedang ramai di media sosial.

Menurut Andry, video itu dibuat menggunakan edit gambar dan tambahan filter sehingga seolah-olah ada sosok pocong di lokasi tertentu. Konten ini selanjutnya diunggah ke media sosial hingga menyebar luas dan dipercaya masyarakat sebagai kejadian nyata.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan, tidak ada indikasi mengarah pada tindak pidana atau perbuatan jahat. Mereka hanya iseng mengikuti tren dan ingin memviralkan,” terangnya.

Kasus video teror pocong yang viral ini kemudian dikaitkan dengan maraknya pencurian kendaraan bermotor dan isu begal yang membuat warga semakin resah. Sebagian masyarakat bahkan menganggap penampakan pocong itu sebagai modus baru para kriminal.

“Karena saat ini ada isu curanmor dan begal, masyarakat kemudian mengaitkan tren pocong ini sebagai modus kejahatan baru. Padahal itu tidak benar dan hanya hoaks,” ujar Andry.

Selanjutnya polisi memutuskan untuk tidak menahan ketiga pemuda itu karena tidak ditemukan unsur pidana yang mengarah ke aksi kriminal. Mereka kemudian hanya diberikan pembinaan dan diminta untuk tidak mengukangi perbuatan tersebut.

Ketiganya kemudian diminta ikut menyampaikan klarifikasi kepada masyarakat agar tidak lagi mempercayai konten serupa. Meski begitu, Andry mengingatkan bahwa penyebaran berita bohong atau hoaks tetap bisa diproses hukum apabila menimbulkan dampak serius atau merugikan pihak lain.

 

“Kami mengimbau masyarakat selalu mengecek sumber informasi, berpikir rasional terhadap kejadian yang ada, dan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar,” papar Andry.

“Kami(juga) mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan kembali ronda malam atau siskamling demi menjaga keamanan lingkungan,” pungkasnya.

Dalam kronologi 3 pemuda di Jember diciduk polisi lantaran video teror pocong, kasus tersebut juga terjadi lagi di daerah lain seperti di Bondowoso. Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto menegaskan bahwa foto penampakan pocong di halaman warga di Dusun Poler, Desa Sumbertengah, Kecamatan Binakal merupakan hasil editan pria berinisial MS.

Menurut keterangan, MS mengatakan bahwa dia awalnya hanya sedang belajar mengedit foto dan menyimpan hasilnya di handphone pribadi. Namun keesokan harinya, istri dari MS tanpa bertanya langsung mengirim foto itu ke kakaknya sehingga menimbulkan hoaks.

"Intinya berita Itu HOAX dan himbauan kepada masyarakat untuk TDK mudah terprovokasi berita yg belum benar adanya," pungkas Bobby.

Melansir dari Suryamalang.com, kasus teror pocong ini juga viral di wilayah Tulungagung, tepatnya di sebuah rumah yang dekat dengan SDN 3 Rejoyangan ke arah barat. Hal ini sempat jadi kegaduhan, sebelum akhirnya Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto melakukan penelusuran langsung dan menemukan bahwa foto yang beredar merupakan hasil editan.

Kendati demikian, pihak Polsek Rejotangan tidak sampai melacak lebih jauh siapa sumber pertama pengunggah foto tersebut. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan masyarakat tahu bahwa kabar teror pocong itu tidak benar.

“Kami langsung merespons apa yang beredar di media sosial karena berpotensi membuat resah. Yang penting masyarakat sudah tahu,” tegas Kasianto. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arema FC Resmi Berpisah dengan Lucas Frigeri Setelah Dua Musim Bersama
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Realisasi Belanja Negara di Jatim Sentuh Rp39,02 Triliun Kuartal I/2026
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Khofifah Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo di Masjid Al-Akbar, 2000 Paket Daging Disiapkan untuk Warga
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Unisma Salurkan 22 Sapi dan 33 Kambing Kurban, Meningkat Dibanding Tahun Lalu
• 12 jam laluberitajatim.com
thumb
Memugar Makna Pengorbanan: dari Ritual Menuju Transformasi Sosial
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.