Alasan Dilarang Puasa di Hari Tasyrik 11, 12, 13 Dzulhijjah

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Islam akan memasuki momen yang dikenal sebagai Hari Tasyrik. 

Hari-hari ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. 

Meski masih berada dalam suasana ibadah kurban dan penuh amalan, umat Islam justru dilarang menjalankan puasa pada waktu tersebut.

Larangan puasa di Hari Tasyrik sering kali menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. 

Sebab, di hari-hari lain umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah, termasuk puasa. 

Namun khusus pada Hari Tasyrik, Islam justru mengajarkan umatnya untuk makan, minum, dan menikmati nikmat yang telah Allah SWT berikan.

Ilustrasi Ibadah Haji
Sumber :
  • Gemini AI

Apa Itu Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Idul Adha atau hari nahar, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. 

Hari-hari tersebut masih berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah kurban.

Pada masa Rasulullah SAW, daging kurban yang jumlahnya melimpah biasanya diawetkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari agar tahan lebih lama. Dari kebiasaan itulah istilah “Tasyrik” berasal.

Kata tasyrik berasal dari bahasa Arab “syarraqa” yang memiliki arti menjemur atau berkaitan dengan matahari terbit. Dalam kitab Lisan al-Arab, Syekh Ibnu Manzur menjelaskan bahwa para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai asal-usul penamaan Hari Tasyrik.

Asal Usul Penamaan Hari Tasyrik

Pendapat pertama menyebut Hari Tasyrik dinamai demikian karena masyarakat pada masa itu menjemur daging kurban untuk dijadikan dendeng. Cara tersebut menjadi solusi penyimpanan makanan sebelum adanya teknologi pendingin seperti kulkas.

Sementara pendapat lain menyebutkan bahwa istilah Tasyrik berkaitan dengan waktu pelaksanaan penyembelihan kurban yang dilakukan setelah matahari terbit.

Imam Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim juga menjelaskan bahwa Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah hari nahar atau Idul Adha.

وأيام التشريق ثلاثة بعد يوم النحر سميت بذلك لتشريق الناس لحوم الأضاحى فيها وهو تقديدها ونشرها في الشمس

Artinya: “Hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari setelah hari nahar. Dinamakan demikian karena orang-orang menjemur daging kurban pada hari-hari tersebut.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPPPA Susun Strategi Edukasi Cegah Radikalisme pada Siswa
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Komisi X DPR Dorong Pemerintah Minta Klarifikasi WNI Diduga Palsukan Riset
• 1 jam laludetik.com
thumb
Merinding! Cerita Chiki Fawzi Soal Kondisi Aktivis Indonesia Saat Ditahan Israel
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Bison, Sapi Limousin Berbobot Satu Ton Bantuan Presiden Prabowo, Jadi Perhatian Warga Bengkulu
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Ini Siasat Segar Kumala (BUAH) Tekan Dampak Pelemahan Rupiah
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.