Kebakaran gudang pengolahan ban bekas di kawasan Gunung Gedangan, Magersari, Kota Mojokerto, masih berlangsung hingga malam hari, Rabu (27/5/2026) pukul 21.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran gabungan terus berupaya memadamkan api yang membakar material karet di dalam bangunan gudang.
Ahmad Kurniawan anggota Tim Bencana BPBD Provinsi Jawa Timur mengatakan, kondisi api mulai berkurang dibandingkan saat awal kebakaran pada sore hari. Namun, titik api di dalam bangunan seluas ± 3.182 m² ini masih sulit dipadamkan karena risiko runtuhan dan suhu panas yang tinggi.
“Api di luar area bangunan sudah jauh berkurang. Tinggal beberapa titik yang masih menyala, sedangkan di dalam bangunan masih terbakar,” kata Ahmad Kurniawan saat laporan on air.
Ahmad mengatakan, unit yang diterjunkan dalam kebakaran ini berjumlah 11 dengan rincian: 2 unit PMK Kota Mojokerto, 2 unit PMK BPBD Kab. Mojokerto, 1 unit PMK Gama, 1 unit PMK Tjiwi Kimia, 1 unit PMK Pabrik Gula Gempol Kerep, 1 unit PMK PT Dragon, 2 unit mobil tangki air, dan 1 ambulance PMI Kota Mojokerto.
Menurutnya, petugas damkar sementara fokus melakukan pemadaman di area luar bangunan karena kondisi di dalam gudang dinilai berbahaya untuk dimasuki.
“Teman-teman damkar belum berani masuk ke dalam gedung karena cukup riskan,” ujarnya.
BACA JUGA: Gudang Ban Bekas di Gunung Gedangan, Mojokerto Terbakar
Ahmad menjelaskan, objek yang terbakar berupa ban bekas sehingga proses pemadaman berlangsung lebih sulit dibanding kebakaran biasa. Asap hitam masih terlihat membubung dari lokasi kebakaran meski intensitas api mulai menurun.
Ia memastikan kobaran api tidak sampai merambat ke permukiman warga di sekitar lokasi. Petugas juga terus melakukan pengamanan untuk mencegah api meluas ke area lain.
“Alhamdulillah tidak sampai merambat ke pemukiman,” katanya.
Saat proses pemadaman berlangsung, wilayah sekitar lokasi juga diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Meski demikian, api di dalam bangunan masih belum sepenuhnya padam.
Kondisi bangunan gudang turut mengalami kerusakan akibat panas tinggi. Bagian sisi barat bangunan dilaporkan mulai melengkung karena terdampak suhu panas dari pembakaran material karet.
“Sisi timur bangunan masih utuh, tapi bagian barat sudah melengkung karena panas dari ban yang terbakar,” ujar Ahmad.
Sementara itu, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Berdasarkan keterangan penjaga gudang, saat kejadian tidak ada aktivitas operasional karena libur Iduladha.
“Dugaan sementara korsleting listrik. Tapi nanti kepolisian akan melakukan olah TKP setelah kondisi lokasi memungkinkan,” katanya. (ham)




