jakarta.jpnn.com - Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief meminta pemerintah mendukung pendidikan berbasis vokasi.
Caranya ialah dalam bentuk penyediaan beasiswa dan mengarahkan corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan industri ke sekolah vokasi.
BACA JUGA: DPR Desak Pemerintah Mereformasi Pemagangan Kedokteran
Menurut Hendry, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap terjun ke dunia industri.
Dengan demikian, pemerintah perlu memperkuat berbagai aspek pendukung.
BACA JUGA: DPR Dorong Pembentukan Kanwil Imigrasi di Papua Tengah
Di antaranya ialah beasiswa hingga penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.
"Pendidikan vokasi harus menjadi prioritas karena langsung menjawab kebutuhan industri. Dukungan beasiswa dan fasilitas belajar menjadi kunci.” kata Hendry, Minggu (24/5).
BACA JUGA: DPR dan Polri Diminta Usut Tuntas Kasus Dugaan Rekayasa Hukum Rahmadi
Hendry juga mendorong pemerintah memperkuat program beasiswa pendidikan vokasi.
Di antaranya ialah Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Langkah ini penting untuk meningkatkan minat generasi muda dalam memilih jalur pendidikan vokasi.
Dengan adanya dukungan beasiswa, diharapkan akses pendidikan vokasi semakin terbuka luas bagi masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
"Beasiswa seperti KIP dan PIP harus diperkuat agar semakin banyak anak-anak kita tertarik masuk sekolah vokasi," ujarnya. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




