PBB (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menlu Indonesia, Sugiono, Selasa, dan kedua pihak sepakat untuk mengintensifkan pertukaran tingkat tinggi, memperkuat kerja sama multilateral, dan mendorong pengembangan lebih lanjut hubungan bilateral.
Dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai penegakan tujuan dan prinsip Piagam PBB serta penguatan sistem internasional yang berpusat pada PBB, Menlu Wang mengatakan bahwa sebagai perwakilan emerging economy dan negara berkembang utama, China dan Indonesia memiliki kewajiban sekaligus kebutuhan untuk memperkuat kerja sama, bersama-sama menjaga otoritas dan status PBB, menyuntikkan stabilitas ke dunia yang dipenuhi perubahan dan gejolak, serta memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menghadapi tantangan global.
Dengan tujuan membangun komunitas dengan masa depan bersama, China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk mengintensifkan pertukaran tingkat tinggi, memperkuat perencanaan bersama untuk kerja sama, memperdalam koordinasi multilateral, dan mendorong pengembangan hubungan bilateral yang lebih besar, ujarnya.
Sementara itu Menlu Sugiono mengatakan Indonesia sangat memandang penting hubungannya dengan China dan siap memperkuat pertukaran di semua tingkatan, memperdalam kerja sama pragmatis di berbagai bidang, serta bersama-sama melaksanakan konsensus yang telah dicapai mengenai pembangunan maritim.
Indonesia akan menyediakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi perusahaan-perusahaan China, bekerja sama untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor termasuk sektor energi dan sumber daya mineral, terus meningkatkan level kemitraan strategis komprehensif kedua negara, serta mendorong perdamaian, stabilitas, dan pembangunan inklusif di kawasan, ungkapnya.
Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai isu-isu internasional dan regional, termasuk situasi di Timur Tengah.
Dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai penegakan tujuan dan prinsip Piagam PBB serta penguatan sistem internasional yang berpusat pada PBB, Menlu Wang mengatakan bahwa sebagai perwakilan emerging economy dan negara berkembang utama, China dan Indonesia memiliki kewajiban sekaligus kebutuhan untuk memperkuat kerja sama, bersama-sama menjaga otoritas dan status PBB, menyuntikkan stabilitas ke dunia yang dipenuhi perubahan dan gejolak, serta memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menghadapi tantangan global.
Dengan tujuan membangun komunitas dengan masa depan bersama, China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk mengintensifkan pertukaran tingkat tinggi, memperkuat perencanaan bersama untuk kerja sama, memperdalam koordinasi multilateral, dan mendorong pengembangan hubungan bilateral yang lebih besar, ujarnya.
Sementara itu Menlu Sugiono mengatakan Indonesia sangat memandang penting hubungannya dengan China dan siap memperkuat pertukaran di semua tingkatan, memperdalam kerja sama pragmatis di berbagai bidang, serta bersama-sama melaksanakan konsensus yang telah dicapai mengenai pembangunan maritim.
Indonesia akan menyediakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi perusahaan-perusahaan China, bekerja sama untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor termasuk sektor energi dan sumber daya mineral, terus meningkatkan level kemitraan strategis komprehensif kedua negara, serta mendorong perdamaian, stabilitas, dan pembangunan inklusif di kawasan, ungkapnya.
Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai isu-isu internasional dan regional, termasuk situasi di Timur Tengah.




