TNI AL Gagalkan Penyelundupan Mineral di Batam, 25 Kontainer Disita

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

 

JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada (Koarmada) RI menggagalkan upaya penyelundupan mineral ilegal di Batam, Kepulauan Riau.

Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan penggagalan ini dilakukan KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I pada Minggu (17/5/2026).

“Dari hasil pendalaman, ditemukan dugaan pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor minerba yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kedaulatan pengelolaan sumber daya alam nasional,” kata Denih dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Eks Jenderal Sebut Baru Kali Ini TNI Ikut Buru Begal: Itu Tugas Polisi

Menurut Denih, upaya penggagalan ini merupakan kesiapsiagaan TNI AL dan jajarannya untuk hadir di garda terdepan demi menjaga kedaulatan negara.

Sebelumnya gagalkan ekspor mineral radioaktif

Sementara itu, TNI AL bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan Kejaksaan Agung pun memeriksa puluhan kontainer berisi mineral yang diduga mengandung unsur radioaktif di Dermaga Kodaeral IV Batam, Kepulauan Riau, Selasa (26/5/2026).

“Dalam pemeriksaan tersebut, kami membuka 15 dari total 25 kontainer guna mencocokkan isi muatan dengan dokumen ekspor dan pengiriman barang,” kata Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon dalam siaran pers Puspen TNI, Rabu (27/5/2026) kemarin.

Baca juga: TNI AL Selidiki Pengiriman 25 Kontainer Mineral Diduga Radioaktif di Batam

Pemeriksaan dilakukan setelah Satgas PKH menerima laporan dari penyidik TNI AL terkait penindakan kapal pengangkut mineral pada 17 Mei 2026.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum serta sinergi antarinstansi dalam mengawasi pengelolaan sumber daya alam nasional agar tidak disalahgunakan dan tetap memberikan manfaat bagi negara,” jelas dia.

Menurut Wakil Ketua Pelaksana 1 Satgas PKH itu, hasil pemeriksaan awal masih akan dikaji lebih lanjut untuk menentukan aspek hukum dan jenis pelanggaran yang ditemukan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Hasil pengecekan ini akan kita telaah secara hukum, dilakukan kajian,” ucap dia.

Ia menyebut penyelundupan mineral strategis menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto karena berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan potensi kerugian negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aksi Cabul Pimpinan Ponpes di Pekalongan: Modus Minta Pijat, Korban Diintimidasi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Upaya Pemulangan 9 WNI oleh Kemlu, Sudahkah Berjalan Optimal?
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Iran Tegaskan Uranium yang Diperkaya Bukan Bagian dari Negosiasi dengan AS
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
WNI Diduga Palsukan Riset di Forum Ilmuwan Dunia Demi Bisa Jalan-jalan Gratis, Nama Indonesia Rusak!
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Minim Petunjuk dan CCTV, Polisi Masih Buru Pelaku Tabrak Lari Wanita di BSD Tangerang
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.