JAKARTA, KOMPAS.TV - Ahli Gizi RSUD Kota Tangerang, Lia Efritanurika, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada daging kurban saat Iduladha, tetapi juga memperhatikan keseimbangan gizi dalam satu porsi makanan.
Menurutnya, daging kurban boleh diolah menjadi berbagai menu sesuai selera karena tetap merupakan sumber protein hewani. Namun, konsumsi tersebut idealnya tidak berdiri sendiri tanpa pendamping gizi lain.
Lia menegaskan pentingnya menambahkan sumber protein nabati dalam satu porsi makanan saat menyantap daging kurban.
"Dalam satu piring atau satu porsi ketika menyantap daging kurban pastikan ada protein nabati untuk menyeimbangkan gizi. Contohnya, tahu, tempe, dan tumis sayur atau olah daging menjadi sop dengan tambahan wortel, tomat, dan sayur-sayur lainnya," kata Lia Efritanurika dikutip Antara, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: [FULL] Peneliti dan Dosen HI Bahas soal AS-Iran Masih Terus Saling Serang di Tengah Upaya Diplomasi
Dengan kombinasi tersebut, asupan gizi menjadi lebih lengkap dan tidak bertumpu pada satu jenis protein saja.
Waspadai Lemak Berlebih Saat Mengolah Daging
Selain komposisi makanan, Lia juga menyoroti cara pengolahan daging kurban. Ia mengingatkan agar penggunaan santan, minyak, maupun margarin tidak berlebihan.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk mengurangi bagian lemak pada daging sebelum dimasak.
"Usahakan untuk menggunakan hanya bagian merah saja tanpa ada lemak atau sedikit lemak," katanya.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- gizi seimbang
- daging kurban
- pola makan
- ahli gizi
- makanan sehat
- idul adha





