GAZA, KOMPAS.TV - Militer Israel dilaporkan membunuh pemimpin sayap militer Hamas atau Brigade Qassam, Mohammad Odeh, dalam serangan udara di Kota Gaza, Selasa (26/5/2026) malam waktu setempat. Mohammad Odeh dilaporkan terbunuh serangan udara yang menargetkan sebuah pasar di Kota Gaza.
Pembunuhan Mohammad Odeh awalnya diumumkan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Hamas kemudian mengonfirmasi peristiwa tersebut.
Hamas menyatakan Odeh terbunuh bersama istri dan dua anaknya dalam serangan udara Israel. Total lima orang dilaporkan tewas dalam serangan udara tersebut, termasuk Odeh dan keluarganya.
Baca Juga: JK Berharap Iduladha Jadi Momentum Dunia Bersatu untuk Merehabilitasi yang Terjadi di Gaza
Israel Katz mengeklaim Mohammad Odeh sebagai "salah satu arsitek" serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Sejak serangan tersebut, Israel dilaporkan telah membunuh empat pemimpin sayap militer Hamas.
"Kami berjanji bahwa Hamas tidak akan memegang kepemimpinan sipil atau militer apa pun," kata Israel Katz dalam unggahan di media sosial X.
Sementara itu, Hamas mengecam serangan udara tersebut dan menyatakan Odeh telah menjadi anggota organisasi tersebut selama lebih dari tiga dekade. Odeh juga disebut menjadi bagian generasi pertama sayap militer Hamas.
Mohammad Odeh dan keluarganya dilaporkan dimakamkan di Kota Gaza pada Rabu (27/5/2026). Pelayat mengusung jenazah Odeh yang diselimuti bendera hijau Hamas dalam prosesi pemakaman.
Pembunuhan pemimpin sayap militer Hamas tersebut diketahui terjadi pada malam Iduladha 1447 H di Palestina. Penduduk di Gaza memperingati Iduladha di antara bekas genosida Israel.
Menurut perkiraan PBB, sekitar 90 persen populasi Gaza kehilangan tempat tinggal selama genosida Israel. Warga Palestina pun mesti merayakan Iduladha 1447 H di tengah bangunan yang hancur dan reruntuhan tempat iabadah.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- israel bunuh pemimpin hamas
- brigade qassam
- iduladha gaza
- mohammad odeh
- hamas





