Menstruasi adalah siklus bulanan yang alami dialami oleh perempuan. Menstruasi bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang martabat, akses, kesehatan, dan kesejahteraan.
Masih ada fakta pahit yang harus dihadapi seputar menstruasi. Beberapa remaja perempuan terpaksa menggunakan kain bekas tanpa proses pembersihan yang memadai, alternatif yang tidak aman yang dapat meningkatkan risiko infeksi serta gangguan kesehatan reproduksi jangka panjang. Selain itu, beban finansial untuk membeli produk menstruasi turut memperparah keterpinggiran remaja perempuan dari keluarga kurang mampu. Menurut UNESCO, keterbatasan akses terhadap kebutuhan menstruasi menjadi salah satu alasan utama jutaan remaja perempuan di seluruh dunia putus sekolah.
Permasalahan ini menjadi semakin serius bagi mereka yang tinggal di kawasan dengan akses kesehatan yang kurang memadai, di bantaran sungai yang tercemar, atau di wilayah pedesaan dengan infrastruktur sanitasi dan kebersihan yang terbatas.
Di sisi lain, menstruasi adalah bagian alami dari kehidupan, tapi bagi banyak remaja perempuan di Indonesia, topik ini masih diselimuti oleh keheningan, stigma, dan keterbatasan akses terhadap informasi yang akurat. Tidak jarang pandangan "kotor" selama menstruasi menjadi momok tersendiri bagi perempuan Indonesia. Akibatnya, perempuan merasa malu dan sebisa mungkin berusaha menyembunyikan ketika dirinya mengalami menstruasi. Pembicaraan soal menstruasi pun dianggap tabu di kalangan masyarakat.
Satu dari empat anak perempuan mengalami menstruasi pertamanya tanpa pengetahuan sebelumnya. Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan edukasi kesehatan menstruasi yang lebih mudah diakses dan komprehensif.
Dalam rangka memperingati Hari Kebersihan Menstruasi (Menstrual Hygiene Day) yang diperingati setiap 28 Mei, Kimberly-Clark Softex Indonesia, berkolaborasi dengan Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation, terus memperkuat komitmen untuk meningkatkan kesadaran kesehatan menstruasi dan dukungan bagi perempuan dan remaja perempuan di Indonesia melalui inisiatif HER WAY (Healthy, Educated, and Resilient Wellbeing for Every Adolescent Girl and Young Woman).





