Merawat Ingatan Taman Langsat

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Senin (25/5/2026) petang, matahari lesap perlahan di Taman Bendera Pusaka, Jakarta. Semburatnya menyusup ke celah pepohonan tua, membentuk bayang-bayang panjang di jalur setapak yang lembab sehabis gerimis. Dari luar pagar, deru kendaraan mengusik ketenangan. Bisingnya mengikis sunyi yang hadir bersama udara dingin.

Menjelang maghrib, ruang terbuka itu seolah memiliki denyut nadinya sendiri. Pelari menuntaskan putaran terakhirnya, anak-anak meluncur kencang di perosotan, sementara para orangtua mengawasi dari kejauhan. Di sudut lain, beberapa orang duduk di bangku semen, memandangi permukaan kolam yang mulai memantulkan kilau lampu taman.

Lampu menghiasi pohon besar di Taman Bendera Pusaka. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Suasana ramai di area bermain anak saat akhir pekan. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Warga menikmati pemandangan dari atas jembatan. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Taman Bendera Pusaka menjadi tempat rekreasi keluarga. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Taman Ayodya yang kini menjadi bagian dari Taman Bendera Pusaka. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Di antara keramaian kecil itu, Andre (30) duduk di samping pohon besar. ”Sayangnya hari ini mendung,” ucapnya pelan. Pekerja lepas itu menghirup napas panjang, mencari sisa udara segar untuk membasuh paru-parunya yang tercemar asap rokok. Tak peduli hari Senin atau akhir pekan, menyendiri di taman sudah ia anggap sebagai rutinitas.

Andre bukan karyawan kantoran, tetapi ia tak pernah benar-benar lepas dari tuntutan tenggat. Kesibukan sebagai desainer grafis memaksanya menatap layar monitor hampir seharian. Taman pun menjadi tempat pelarian, meski sekadar untuk duduk termenung, memandangi lalu lalang orang atau kawanan angsa yang berjalan beriringan.

Secara personal, perubahan wajah taman menghadirkan perasaan yang rancu bagi Andre. ”Sebenarnya lebih suka ketika masih jadi Taman Langsat. Suasananya tenang dan sepi,” lanjutnya. Namun, ia tak menyesalkan perubahan besar pada tempat favoritnya itu. Bagaimanapun, peleburan Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser, menjadikan ruang publik itu jauh lebih ramai dan hidup.

Memori tentang Taman Langsat juga telanjur melekat di benak Rini (35). Namun, ibu satu anak itu tetap mengapresiasi beragam fasilitas baru yang hadir di Taman Bendera Pusaka. ”Sekarang jauh lebih ramah anak,” katanya sambil mengawasi putranya bermain ayunan. Sore itu, ia sengaja datang pada hari Senin untuk menghindari keramaian saat akhir pekan.

Suasana Taman Langsat sebelum direvitalisasi menjadi Taman Bendera Pusaka. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Seekor kucing menguap di samping tempat sampah berbentuk panda. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Deretan potongan kayu mempercantik area Taman Langsat. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Kerinduan serupa memang kerap tertinggal di benak pengunjung lama. Bagi mereka, Taman Langsat tak pernah terasa megah. Ketenangannya yang justru membuat banyak orang kembali datang. Taman dengan kolam berhias bunga teratai itu seperti ruang jeda kecil di tengah Jakarta Selatan yang bergerak terlalu cepat. Namun, kota terus berubah, dan ruang-ruang publik sering kali menjadi yang pertama dibentuk ulang.

Transformasi taman

Perubahan mulai terasa ketika pagar proyek berdiri mengelilingi taman pada pertengahan 2025. Sore yang akrab dengan langkah kaki warga berubah menjadi lalu lalang pekerja konstruksi. Kicau burung yang biasa memecah keheningan pagi berganti dentang besi dan deru mesin yang bekerja hingga menjelang malam.

Pelan tapi pasti, Taman Langsat melebur menjadi bagian dari kawasan baru bernama Taman Bendera Pusaka. Pemerintah Provinsi Jakarta menggabungkan tiga taman menjadi ruang terbuka hijau terpadu seluas 5,6 hektar di kawasan Barito, Kebayoran Baru.

Wajah taman pun berubah drastis. Sebuah jembatan merah melintang di atas Jalan Barito I untuk menghubungkan Taman Langsat dan Taman Ayodya yang sebelumnya terpisah. Dari atas jembatan, tampak taman yang telah ditata ulang dengan jalur pedestrian baru, area olahraga, dan ruang terbuka yang lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Revitalisasi taman turut menggeser wajah lama kawasan Barito. Deretan kios hewan yang telah puluhan tahun menetap kembali direlokasi untuk memberi ruang bagi proyek taman terpadu. Kawasan yang pernah lekat dengan aroma pakan, kini menjelma menjadi ruang publik modern dengan lintasan joging, lapangan olahraga, amfiteater, dan area bermain anak.

Kini, suasana taman memang tak sesunyi dulu. Lampunya menyala lebih terang, jalurnya terbentang lebih lebar. Orang-orang datang bukan hanya untuk duduk atau berjalan santai, tetapi juga berolahraga, mengajak anak bermain, atau sekadar melintas dari satu taman ke taman lain tanpa terputus jalan raya. Bahkan, Pemerintah Provinsi Jakarta merancang kawasan itu agar dapat dinikmati publik selama 24 jam.

Di salah satu sudut taman, patung Fatmawati—istri Presiden pertama RI Sukarno—berdiri sebagai penanda kawasan. Di atas pedestal berbentuk puspa bangsa, Fatmawati digambarkan sedang menjahit bendera Merah Putih. Karya kolaborasi seniman Teguh Ostenrik dan arsitek Yori Antar itu menyiratkan kesucian, ketulusan, dan kesederhanaan sosok Ibu Negara.

”Sebenarnya lebih suka ketika masih jadi Taman Langsat. Suasananya tenang dan sepi,” ucap Andre.

Pada Sabtu (14/3/2026), Taman Bendera Pusaka diresmikan sebagai wajah baru ruang terbuka hijau di Jakarta Selatan. Namun, bagi sebagian orang, Taman Langsat tetap tinggal sebagai ingatan tentang sore yang tenang, kehidupan yang berjalan pelan, dan ruang kecil yang memberi kesempatan warga kota untuk bernapas lebih dalam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Bunuh Kepala Sayap Militer Hamas yang Baru di Gaza
• 8 jam laludetik.com
thumb
Rano Karno Apresiasi Inovasi Keamanan RT di Gandaria Jaksel, Layak Dicontoh Wilayah Lain
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Farhan Ungkap Presiden RI Intruksikan Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tips Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Tetap Segar
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Cari Solusi yang Adil untuk Penjual dan Marketplace, Mendag Siapkan Ungkap Progres Revisi Aturan E-Commerce
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.