Trump Tak Puas dengan Kesepakatan Akhiri Perang Iran, Bimbang Lanjutkan Serangan

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu, mengaku belum puas dengan tawaran Iran untuk mencapai kesepakatan, setelah televisi pemerintah Iran melaporkan detail dari apa yang diklaimnya sebagai draf perjanjian.

Berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Trump menambahkan bahwa ia tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Timur Tengah, meskipun pada akhir pekan ia mengatakan bahwa kesepakatan sudah dekat.

Baca Juga :
Trump Mendadak Kumpulkan Kabinet di Tengah Negosiasi Iran Hari Ini, Ada Apa?
Menohok! Ulama Iran Sebut Mimpi AS-Israel ‘Lumpuhkan’ Iran Akan Dibawa ke Liang Lahat

"Iran sangat bertekad, mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Sejauh ini mereka belum sampai di sana. Kami tidak puas dengan itu, tetapi kami akan puas," kata Trump dilansir ArabNews, 28 Mei 2026.

"Entah itu atau kita harus menyelesaikan pekerjaan ini," katanya, merujuk pada ancaman untuk melanjutkan operasi militer yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari dan dihentikan pada bulan April.

Trump menambahkan bahwa Iran "bernegosiasi dengan sisa-sisa kekuatan."

Televisi pemerintah Iran sebelumnya pada hari Rabu mengatakan bahwa draf garis besar nota kesepahaman dengan Washington mencakup komitmen untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap Iran, memulihkan lalu lintas di Selat Hormuz, dan menarik pasukan AS dari Teluk.

Gedung Putih menyebut laporan itu sebagai "rekayasa sepenuhnya."

Trump bersikeras bahwa ia tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan, meskipun perang Iran menyebabkan biaya hidup melonjak bagi warga Amerika menjelang pemilihan paruh waktu pada bulan November.

Republikan itu memiliki peringkat persetujuan terendah sepanjang sejarah dengan kurang dari enam bulan sebelum pemungutan suara yang akan menentukan apakah partainya mempertahankan kendali atas Kongres.

"Mereka pikir mereka akan mengalahkan saya, Anda tahu, ‘kita akan mengalahkannya, dia punya pemilihan paruh waktu,’" kata Trump, merujuk pada Iran.

"Saya tidak peduli dengan pemilihan paruh waktu."

Siaga Perang

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang duduk di sebelah Trump, mengatakan telah ada “beberapa kemajuan dan beberapa minat” dalam pembicaraan dengan Iran. "Kita akan lihat dalam beberapa jam dan hari ke depan apakah kemajuan dapat dicapai," kata Rubio.

Trump tidak menanggapi langsung laporan televisi pemerintah Iran tentang draf perjanjian, dan memberikan keterangan yang terkadang kontradiktif tentang bagaimana negosiasi berjalan.

Baca Juga :
Viral Video Trump Nyaris 'Ambruk' Saat Upacara Memorial Day
Iran Klaim Punya Teknologi Baru, 210 Pesawat Musuh Bisa Dilumpuhkan
Ancam AS, Mojtaba Khamenei: Tak Ada Lagi Tempat Aman di Timur Tengah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Ketua DPRD Serahkan Dokumen ke Penyidik Polda Sumbar Soal Dugaan Korupsi Wako Pariaman
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Menanti Taji Cicilan Rumah Subsidi hingga 40 Tahun ke Daya Beli
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Awal Juni 2026, Kanwil DJP Jakbar lelang 13 barang hasil sitaan pajak
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
PDI-P Klaim Punya Banyak Kader Perempuan Berkualitas untuk Jadi Caleg
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Berterima Kasih ke Qatar, Pezeshkian Tegaskan Iran Ingin Akhiri Konflik
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.