WIKA Bidik Restrukturisasi Rampung Semester II/2026, RUPO & RUPSU Disiapkan

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), tengah mematangkan peta jalan restrukturisasi utang yang ditargetkan dapat mulai dieksekusi dan rampung pada semester II/2026.

Aksi korporasi tersebut bakal mencakup penyesuaian tingkat bunga kupon, penataan kembali jadwal jatuh tempo pokok dan bunga untuk paruh kedua tahun ini, hingga penyesuaian pemenuhan rasio keuangan.

Corporate Secretary Wijaya Karya, Ngatemin, menyatakan WIKA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) dalam waktu dekat guna memuluskan rencana tersebut.

“Perseroan perlu melakukan restrukturisasi komprehensif melalui RUPO dan RUPSU kepada pemegang obligasi sukuk maupun bilateral kepada perbankan pada awal semester II/2026,” ucap Ngatemin dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (28/5/2026).

Sebelum melangkah ke meja RUPST, manajemen WIKA menargetkan formula final dari usulan skema penataan kewajiban komprehensif ini dapat diselesaikan pada akhir semester I/2026 ini. Dengan demikian, rangkaian tahapan pelaksanaan restrukturisasi dapat langsung berjalan di paruh kedua.

Terkait rincian formula atau besaran penyesuaian tingkat kupon dan imbal hasil baru yang akan disodorkan kepada kreditur, pihak WIKA menyatakan saat ini hal tersebut masih berada dalam tahap penggodokan formal.

Baca Juga

  • Wijaya Karya (WIKA) Publikasikan Laporan Keuangan 2025, Ini Rinciannya
  • Gugatan PKPU Dicabut, Tekanan Hukum Wijaya Karya (WIKA) Mereda
  • Wijaya Karya (WIKA) Kantongi Kontrak Baru Rp17,43 Triliun Sepanjang 2025

Ngatemin menyebutkan bahwa tingkat bunga serta jadwal pembayaran pokok dan bunga yang mengikat perseroan saat ini masih mengacu pada ketentuan lama yang termaktub di dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta Master Restructuring Agreement (MRA).

“Adapun skema baru yang akan diusulkan kepada pemegang obligasi sukuk maupun perbankan, saat ini masih dalam tahap pembahasan intensif dengan pemegang saham mayoritas perseroan,” pungkasnya.

Di tengah proses penyehatan, WIKA mencatatkan peningkatan Gross Profit Margin (GPM) dari 7,9% pada 2024 menjadi 8,5% pada 2025. Perseroan juga menurunkan utang usaha sebesar Rp1,79 triliun dan utang berbunga Rp2,08 triliun. Nilai piutang turut menurun Rp1,89 triliun menjadi Rp4,58 triliun.

Sepanjang tahun buku 2025, WIKA membukukan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun dengan total aset mencapai Rp50,15 triliun. Perseroan menyatakan akan melanjutkan penguatan struktur keuangan melalui tiga pilar utama yakni restrukturisasi komprehensif, divestasi aset non-inti, serta pemulihan piutang.

Wijaya Karya (Persero) Tbk. - TradingView

________ 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amerika Gak Puas Soal Negosiasi Iran, Opsi ‘Selesaikan’ Konflik di Atas Meja
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bosan dengan Sate Bakar? Coba Resep Sate Goreng Simpel yang Empuk Tanpa Ditusuk untuk Mengolah Daging Kurban
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Crystal Palace Juara Conference League, Mateta Pahlawan Kemenangan: Saya Merasa Fantastis
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Amazon MGM Studios Siap Produksi Tiga Serial Animasi dengan Bantuan AI
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
KBRI Madrid Menggelar Perayaan Idul Adha 1447 H yang Menyatukan Diaspora Indonesia dan Sahabat Spanyol di Tengah Musim Panas
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.