tvOnenews.com - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, membagikan buku karya dua tokoh ekonomi nasional, yakni Jalan Keadilan karya Soemitro Djojohadikusumo dan buku tentang pejuang ekonomi sekaligus pendiri Bank Negara Indonesia karya Margono Djojohadikusumo, kepada para peserta Kuliah Umum di Institut Pertanian Bogor, Kamis (21/5/2026).
Pemberian buku tersebut dilakukan saat Anthony Leong tampil sebagai pembicara utama dalam kuliah umum yang dihadiri civitas akademika IPB, jajaran BPD dan BPC HIPMI se-Jawa Barat, serta HIPMI Perguruan Tinggi se-Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Anthony menegaskan bahwa pemikiran besar para tokoh ekonomi nasional seperti Soemitro dan Margono menjadi salah satu dasar pemikirannya dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkeadilan, produktif, dan berpihak pada pengusaha muda serta sektor riil.
“Bangsa ini memiliki warisan pemikiran ekonomi yang luar biasa. Pemikiran Prof. Soemitro tentang keadilan ekonomi dan perjuangan Margono dalam membangun kemandirian ekonomi nasional harus terus menjadi inspirasi generasi muda,” ujar Anthony di hadapan peserta kuliah umum.
Menurut Anthony, buku Jalan Keadilan memberikan perspektif penting mengenai bagaimana ekonomi Indonesia harus dibangun dengan fondasi keadilan sosial dan keberpihakan terhadap rakyat serta pelaku usaha nasional.
Sementara pemikiran Margono Djojohadikusumo dinilainya menjadi simbol perjuangan membangun kedaulatan ekonomi bangsa melalui lembaga keuangan nasional yang kuat dan berpihak pada kepentingan Indonesia.
Anthony mengatakan, pemberian buku kepada peserta bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk ajakan agar generasi muda, mahasiswa, dan pengusaha muda mulai kembali mempelajari gagasan besar para pendiri ekonomi Indonesia.
“Kalau kita ingin Indonesia maju, kita harus memahami fondasi pemikiran para tokoh bangsa yang membangun ekonomi nasional dengan semangat kemandirian, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat,” katanya.
Dalam kuliah umum tersebut, Anthony juga banyak menyoroti pentingnya penguatan entrepreneur muda, hilirisasi sektor pertanian, digitalisasi UMKM, hingga pembangunan jaringan global bagi pengusaha muda Indonesia.
Ia menilai kampus memiliki peran strategis dalam mencetak generasi entrepreneur baru yang tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tetapi juga memiliki visi kebangsaan dan keberpihakan terhadap pembangunan nasional.




