Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah haji untuk tidak melontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi. Imbauan tersebut disampaikan Ian Heriwan, Wakil Penanggung Jawab PPIH Pusat, melalui konferensi pers, kemarin Rabu (27/5/2026).
Menurut Ian, kebijakan itu merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi demi menjaga keselamatan jemaah di tengah suhu ekstrem dan kepadatan di area Jamarat.
“Jemaah diminta tidak keluar tenda karena suhu begitu panas dan jamarat yang padat,” kata Ian Heriwan.
Imbauan tersebut tetap berlaku hari ini saat jemaah menjalani lempar jumrah Ula, Wusto, dan Aqabah pada 11 Zulhijah. Bahkan, dalam edaran terbaru Kementerian Haji dan Umrah, waktu larangan lempar jumrah bagi jemaah haji Indonesia diperpanjang mulai pukul 11.00 hingga 18.00 waktu Arab Saudi.
Jemaah haji berjalan menuju Jamarat, kompleks bangunan di Mina, Arab Saudi, yang menjadi lokasi ritual melempar batu (jumrah), Kamis (28/5/2026). Foto: Robert XU via RedaksiPantauan suarasurabaya.net di lokasi, banyak jemaah memilih berangkat lebih awal, bahkan sebelum subuh, untuk menghindari kepadatan dan sengatan matahari saat menuju Jamarat.
Perjalanan menuju lokasi lempar jumrah yang mencapai sekitar empat kilometer menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah, terutama di tengah cuaca panas dan kering.
Petugas kloter 5 Embarkasi Surabaya menjumpai beberapa jemaah yang berhenti saat ke Jamarat rata-rata karena kelelahan. Jemaah yang mengalami kelelahan langsung diberikan pertolongan pertama sebelum dikoordinasikan dengan petugas kloternya masing-masing.
Sementara itu, pengamanan di area Jamarat hari ini diperketat dibandingkan hari sebelumnya. Sejak subuh waktu Arab Saudi, jumlah petugas di lapangan ditambah untuk mengatur arus jemaah di tiga titik lempar jumrah, yakni Ula, Wusto, dan Aqabah.
Petugas juga meminta jemaah tidak berhenti terlalu lama di satu titik dan terus berjalan mengikuti pengaturan satu arah yang telah ditetapkan. Alur jemaah juga dibedakan. Misalnya jemaah dari Indonesia lebih banyak bertemu jemaah Asia saat lempar jumrah dibandingkan jemaah dari Eropa. Pengaturan ini agar tidak terjadi penumpukan. (lta/ham)




