Kementerian Haji Larang Jemaah Indonesia Lontar Jumrah Pada Siang Hari

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak melaksanakan lontar jumrah pada siang hari antara pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi selama fase Mina berlangsung.

“Secara khusus kami Kementerian Haji dan Umrah kembali menegaskan bahwa jemaah haji Indonesia dilarang melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga pukul 14.00 waktu Arab Saudi,” kata Maria Assegaf dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Calon Haji Jambi Wafat di Arafah, Ibadah Hajinya Akan Dibadalkan

Menurut Maria, larangan tersebut diberlakukan untuk melindungi jemaah dari paparan cuaca panas ekstrem serta potensi kepadatan di kawasan Jamarat.

“Waktu larangan ini akan diberlakukan untuk semua jumrah sebagai langkah perlindungan jemaah dari paparan cuaca panas dan potensi kepadatan di kawasan Jamrat,” ujarnya.

Baca juga: Haji di Bawah Bayang Perang: Dari Ritual Spritual Menuju Gerakan Pencerahan

Maria meminta jemaah tetap berada di tenda selama waktu larangan berlangsung.

Ia juga mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak konsumsi air putih dan tidak memaksakan diri menuju lokasi lontar jumrah.

“Jemaah tidak perlu terburu-buru, tidak perlu memaksakan diri dan jangan berangkat sendiri menuju ke Jamarat,” ucapnya.

Baca juga: Tinjau Pelayanan Jemaah, Sekjen Golkar Ngaku Naik Haji sebagai Warga Biasa

Ia menjelaskan, pada 11 Zulhijah pelaksanaan lontar jumrah dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 17.00 hingga 24.00 WAS, sedangkan sesi kedua berlangsung pada 12 Zulhijah pukul 00.00 hingga 04.00 WAS.

Sementara pada 12 Zulhijah, lontar jumrah dijadwalkan pukul 05.00 hingga 10.30 WAS dan dilanjutkan kembali pukul 18.00 hingga 24.00 WAS.

“Kami menghimbau kepada seluruh jemaah untuk benar-benar mengikuti jadwal lontar yang telah ditetapkan pada masing-masing kloter,” kata Maria.

Baca juga: Fraksi Golkar: Pelayanan Haji 2026 Meningkat Signifikan

Selain pengaturan jadwal, Kementerian Haji dan Umrah juga menyiagakan 1.356 petugas Satgas Mina di sejumlah titik strategis untuk mendukung pengawasan dan pengaturan arus jemaah.

“Secara keseluruhan total ada 1.356 petugas Satgas Mina yang disiagakan untuk mendukung layanan, pengawasan, dan juga pengaturan arus jemaah serta merespon cepat terhadap kebutuhan jemaah di lapangan,” tuturnya.

Petugas tersebut ditempatkan di sejumlah titik pantau, termasuk jalur menuju Jamarat dan jalur kepulangan jemaah usai lontar jumrah.

Baca juga: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, Kemenhaj Ingatkan Jadwal Jumrah

Selain itu, PPIH juga menyiapkan Mobile Crisis Rescue (MCR) untuk membantu penanganan darurat di kawasan Mina.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Kehadiran dari Mobile Crisis Rescue tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan kami terhadap perlindungan jemaah agar setiap situasi di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat dan terkoordinasi,” ujar Maria.

Maria juga mengingatkan jemaah lansia, disabilitas, perempuan dan jemaah berisiko tinggi agar tidak bergerak sendiri menuju Jamarat serta selalu didampingi petugas maupun rombongan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Pacu 3 Ekosistem Klaster Komoditas untuk Kembangkan Produk Unggulan Sulawesi
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
PNM Tebar Syukur, Salurkan Hewan Kurban untuk Warga di Sekitar Wilayah Layanan
• 21 jam laludisway.id
thumb
Ketua Komisi X Minta Klarifikasi dari WNI yang Diduga Palsukan Riset di Denmark
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
AS, Jepang, India, dan Australia Luncurkan Empat Inisiatif Besar untuk Membendung Ekspansi Tiongkok di Indo-Pasifik
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Kala Suasana Idul Adha Menembus Dinding Tahanan Yaqut hingga Noel...
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.