EtIndonesia. Laporan Fox News menyebutkan Presiden Donald Trump pada Selasa (26 Mei) berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan meminta militer Israel menghentikan sementara serangan terhadap Hezbollah agar tidak merusak perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang memasuki tahap krusial.
Selain itu, Presiden Trump pada sore hari mengumumkan pembatalan rapat kabinet penuh yang semula dijadwalkan berlangsung besok di Camp David, dan menggantinya dengan pertemuan di Gedung Putih. Pengamat menilai bahwa perkembangan kesepakatan AS–Iran kemungkinan akan menjadi fokus utama dalam rapat tingkat tinggi tersebut.
Menurut laporan Fox News yang mengutip media berbahasa Ibrani, sumber informasi menyebutkan bahwa Presiden Trump berbicara dengan Netanyahu pada Selasa sore. Sebelumnya, Netanyahu telah mengadakan rapat kabinet keamanan dan bersiap meningkatkan serangan terhadap Hizbullah. Namun pihak Trump meminta Israel tidak menyerang Beirut agar tidak mengganggu perundingan AS–Iran yang sedang berada pada tahap penting.
Sementara itu, New York Post mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang mengatakan bahwa Presiden Trump awalnya dijadwalkan melakukan kunjungan langka ke tempat peristirahatan presiden di Maryland, Camp David, pada Rabu (27 Mei) untuk mengadakan rapat kabinet penuh. Namun karena faktor cuaca, agenda tersebut kemudian ditunda dan dipindahkan ke Gedung Putih. Semua anggota kabinet dijadwalkan hadir.
Pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa rapat tersebut akan membahas berbagai pencapaian terbaru pemerintahan saat ini, termasuk kebijakan ekonomi dan usaha kecil, perkembangan “Satuan Tugas Pemberantasan Penipuan”, serta perkembangan terbaru kebijakan luar negeri.
Namun, New York Post menilai bahwa kemungkinan besar isu utama dalam rapat tersebut adalah kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Sumber : NTDTV.com





