Bisnis.com, JAKARTA — Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Allianz Indonesia Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) mencatat total aset sebesar Rp8,09 triliun, naik 4,5% (year on year/YoY) dari Rp7,74 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang terbit di Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (28/5/2026), total aset itu terdiri dari total investasi yang mencapai Rp7,67 triliun, selisih penilaian investasi sebesar Rp136,68 miliar, dan total aset lancar di luar investasi senilai Rp280,92 miliar.
Terperinci, penempatan dana DPLK PPIP Allianz Indonesia terbesar berada pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp3,42 triliun, deposito berjangka Rp2,83 triliun, dan saham sebesar Rp783,83 miliar.
Dari sisi liabilitas, total liabilitas manfaat pensiun pada 2025 sebesar Rp7,90 triliun, total liabilitas di luar liabilitas manfaat pensiun sebesar Rp57,19 miliar, dan keuntungan yang belum direalisasi sebesar Rp136,68 miliar. Dengan demikian, total liabilitas perusahaan sebesar Rp8,09 triliun.
Beralih ke laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya, pada 2025 total investasi naik 5,9% YoY menjadi Rp7,81 triliun. Kemudian, total aset lancar di luar investasi sebesar Rp280,92 miliar. Dengan demikian, aset tersedia mencapai Rp8,09 triliun.
Dari sisi laporan hasil usaha, perusahaan pada 2025 mencatat total pendapatan investasi senilai Rp384,91 miliar, turun 13% YoY dari Rp442,91 miliar. Kemudian, total beban investasi sebesar Rp9,13 miliar. Dengan demikian, hasil usaha investasi tercatat Rp375,67 miliar.
Baca Juga
- Allianz Life Syariah Cetak Laba Rp132,37 Miliar di 2025, Naik 125,9%
- Allianz Luncurkan Produk Kesehatan Baru, Antisipasi Lonjakan Inflasi Medis di Indonesia
- DPLK untuk Jaring Pengaman
Di sisi lain, total beban operasional perusahaan tercatat Rp36,19 miliar. Adapun, hasil usaha setelah pajak senilai Rp384,41 miliar.





