JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, memimpin langsung prosesi penyembelihan hewan kurban milik Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Rumah Potong Hewan (RPH) Masjid Istiqlal, Jakarta.
Sapi kurban milik Prabowo Subianto dengan bobot sekitar 1,3 ton menjadi hewan pertama yang disembelih, disusul sapi kurban Gibran berbobot 1,2 ton.
BACA JUGA:Geger WNA Korea Tewas Diduga Dibunuh di Tambun Selatan, Ini Cerita Saksi Mata
Masjid Istiqlal mencatat peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dimana ada 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini,
Sebelum prosesi dimulai, Menag Nasaruddin memberikan arahan tegas kepada seluruh panitia dan tim jagal. Ia menekankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan kurban skala besar ini.
"Mohon ketua panitia dikontrol betul, menyembelih dalam keadaan semuanya full team, siap semuanya. Kita ingin hari ini zero accident, tidak ada kecelakaan," ujar Nasaruddin di area Rumah Potong Hewan (RPH) Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.
BACA JUGA:Dompet Dhuafa Aceh Salurkan Kurban Bagi 800 Warga Sawang Penyintas Banjir Bandang
Menag yang juga dikenal sebagai ulama kharismatik itu memimpin doa dan melantunkan takbir saat prosesi penyembelihan dimulai. Kedua sapi kurban Presiden dan Wakil Presiden tampak tenang saat ditidurkan oleh tim jagal, menandakan proses yang profesional dan sesuai syariat.
Menurut Nasaruddin, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan cukup drastis. "Tahun lalu sapi hanya 45 ekor, kambingnya 65 ekor. Jumlah kilogramnya juga meningkat, kurang lebih 10.000 kilogram atau 10 ton," paparnya.
Ia menjelaskan bahwa daging hewan kurban tersebut nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat luas melalui berbagai organisasi masyarakat, yayasan, dan pondok pesantren. "Hak yang diberikan kepada Istiqlal untuk didistribusikan kepada masyarakat luas sebanyak 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing," kata Nasaruddin.
Terkait dengan hewan kurban dari Presiden Prabowo, Menag mempersilakan jika kepala negara ingin berkurban di tempat lain. "Iya, jadi saya kira sudah kemarin kita sudah jelaskan, bahwa Bapak Presiden itu sudah kita terima hewan kurbannya di Istiqlal. Kalau Bapak Presiden mau memberikan ke tempat lain itu nggak ada masalah," ujarnya.
BACA JUGA:Kurban Presiden Lewat Banpres Tradisi Tahunan, MUI: Sah Secara Syar’i
Nasaruddin juga menyampaikan pesan mendalam tentang esensi Idul Adha yang selaras dengan Idul Fitri. "Kita tujuannya Idul Kurban itu sama dengan Idul Fitri. Kata Rasulullah SAW tidak boleh ada orang yang kelaparan, tidak makan pada hari raya Id," katanya.
"Zakat fitrah bertujuan untuk semua harus kenyang pada Hari Raya Idul Fitri dengan cara mengkonsumsi karbohidrat. Untuk Idul Adha pasangannya adalah protein hewani. Diharapkan pada bulan-bulan kurban ini tidak ada orang yang tidak mengkonsumsi daging," tambahnya.
Sebelum penyembelihan, Menag sempat meninjau sistem pembuangan di RPH tersebut.
- 1
- 2
- »





