Intensitas Hubungan RI-Prancis di Era Prabowo: Dari Alutsista hingga Budaya

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Perancis menjadi salah satu negara yang paling sering dikunjungi Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat sebagai Presiden RI.

Berdasarkan catatan Kompas.com, setidaknya Kepala Negara telah empat kali berkunjung ke Perancis, lebih banyak dibanding lawatan ke Rusia, Jepang, Yordania, maupun Brasil.

Kunjungan perdana Prabowo berlangsung pada 14 Juli 2025, ketika ia diundang menghadiri parade militer Hari Nasional Perancis atau Bastille Day.

Setelah itu, Prabowo kembali mengunjungi Perancis pada Januari 2026, April 2026, dan Mei 2026.

Baca juga: Gerindra Respons Kritik soal Prabowo ke Perancis dan Program 1.098 Sapi Kurban

Di luar lawatan tersebut, Presiden Perancis Emmanuel Macron juga sempat berkunjung ke Indonesia pada Mei 2025.

Macron mendatangi Istana Merdeka Jakarta, Akademi Militer (Akmil) Magelang, hingga Candi Borobudur.

Artinya, dalam hampir dua tahun terakhir, Prabowo dan Macron setidaknya telah lima kali bertemu secara langsung.

Intensitas hubungan itu menandai babak baru relasi Indonesia-Perancis.

Jika sebelumnya hubungan kedua negara identik dengan transaksi pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista), di era Prabowo hubungan tersebut tampak bergerak lebih jauh, menuju kemitraan strategis yang mencakup geopolitik Indo-Pasifik, transfer teknologi, pendidikan militer, energi, hingga mineral kritis.

Perkuat kemitraan strategis

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan, kunjungan Presiden Prabowo ke Perancis dilakukan untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara yang terus berkembang melalui intensitas hubungan bilateral dan kedekatan kedua pemimpin negara.

Dalam kunjungan keempat Prabowo ke Perancis pada Mei 2026, Indonesia dan Perancis bahkan bersiap meningkatkan hubungan bilateral menuju Comprehensive Strategic Partnership.

Sugiono menyebut, peningkatan hubungan itu mencerminkan semakin pentingnya posisi Indonesia dan Perancis di tengah ketidakpastian global.

"Mencerminkan semakin pentingnya Indonesia dan Prancis bagi satu sama lain di tengah ketidakpastian global," kata Sugiono, pada Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Prabowo ke Perancis, Fadli Zon Singgung Hubungan Baik Kedua Negara

Kunjungan tersebut juga merupakan balasan atas lawatan Macron ke Indonesia pada Mei 2025 lalu.

Saat bertemu Prabowo di Istana Merdeka Jakarta, Macron menyebut, hubungan Indonesia dan Perancis berkembang sangat cepat dalam satu dekade terakhir.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Besok ada perjanjian yang akan ditandatangani di Borobudur, persahabatan antara Indonesia dan Perancis. Ini bukan hanya satu kata saja, tetapi memang semakin kuat dari tahun ke tahun,” ujar Macron, Rabu (28/5/2025).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apindo: Rupiah Dekati Rp 17.900 per Dolar AS Tekan Industri Nasional
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Tebar Kepedulian Idul Adha, DPC PDI Perjuangan Kota Batu Distribusikan Ribuan Paket Daging Kurban
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Pemilik Hanania Travel Dibawa Calon Jemaah ke Polda Metro, Jalani Mediasi di Gedung SPKT
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Buron Kasus Sabu 11 Kg Ditangkap, Mengaku Bekerja untuk Napi di Rutan Dumai
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Daftar Drakor Baru Bulan Juni 2026, Ada Adaptasi Webtoon Populer
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.