Psikolog Ungkap Cara Orang Tua Kelola Rasa Bersalah dalam Pengasuhan Anak

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Psikolog membagikan cara mengelola rasa bersalah atau parental guilt yang kerap dialami orang tua saat anak menghadapi masalah maupun kesulitan dalam hidupnya.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (28/5), rasa bersalah muncul ketika orang tua kembali mengingat keputusan masa lalu dan menilai ada hal yang seharusnya dilakukan berbeda saat membesarkan anak.

Psikolog menyebut kondisi tersebut terjadi karena seseorang cenderung menilai masa lalu berdasarkan situasi yang sedang dihadapi saat ini.

Ketika anak tumbuh dengan baik, orang tua lebih mudah mengingat keberhasilan dalam pengasuhan.

Namun saat anak mengalami masalah, perhatian justru tertuju pada keputusan yang dianggap keliru dan memunculkan penyesalan.

Orang Tua Diminta Tidak Terjebak Penyesalan

Psikolog menegaskan orang tua perlu memahami bahwa setiap keputusan diambil berdasarkan kondisi dan informasi yang dimiliki pada masa itu.

Jika keputusan dibuat dengan niat baik serta sesuai nilai yang diyakini, maka orang tua dinilai sudah melakukan yang terbaik.

Meski begitu, rasa penyesalan juga dapat menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki pola pengambilan keputusan di masa mendatang.

Psikolog menyarankan orang tua mengevaluasi apakah keputusan masa lalu dipengaruhi rasa takut, tekanan pasangan, kepentingan pribadi, atau kurang berani mendengarkan intuisi sendiri.

“Alih-alih terus menyalahkan diri, pengalaman tersebut dapat dijadikan pelajaran untuk menghadapi situasi pengasuhan berikutnya dengan lebih bijak,” ungkap psikolog.

Hubungan Orang Tua dan Anak Perlu Berkembang

Psikolog juga menyarankan orang tua tidak takut membicarakan penyesalan kepada anak pada waktu yang tepat.

Percakapan tersebut dinilai bukan untuk meminta pengampunan, melainkan menunjukkan bahwa menjadi orang tua juga merupakan proses belajar.

Selain itu, pola hubungan orang tua dan anak disebut perlu berkembang seiring bertambahnya usia anak.

Saat anak memasuki usia remaja hingga dewasa, peran orang tua dapat berubah dari sosok yang mengatur menjadi pendamping yang memberi dukungan emosional.

Psikolog menilai kesalahan dalam pengasuhan sering kali baru terlihat setelah waktu berlalu.

Hal yang dianggap sangat membebani orang tua belum tentu dipandang sama oleh anak, sementara pengalaman kecil justru bisa meninggalkan kesan mendalam bagi mereka.

Karena itu, orang tua didorong membangun cara pandang yang lebih sehat terhadap masa lalu dan tidak terus terjebak dalam rasa bersalah berkepanjangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu RI: Kunjungan Prabowo ke Prancis Penuhi Undangan Macron
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
MK Putuskan Kuota Perempuan 30%, Parpol Didorong Serius Jalankan Kaderisasi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketum PB MA Jazuli Juwaini: Jadikan Haji dan Kurban Momentum Spiritual serta Kepedulian Sosial
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Dewi Perssik Kurban 2 Ekor Sapi di Jakarta, Bobot Sapinya Bikin Melongo
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Garudayaksa FC Kumpulkan Anak Emas Shin Tae-yong! Setelah Pratama Arhan, Witan Sulaeman Merapat
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.