Eks Petinggi CIA Ditangkap Usai Simpan 303 Emas Batangan Senilai Rp700 Miliar di Rumah

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Amerika Serikat (AS) menangkap seorang mantan pejabat senior Badan Intelijen Pusat (CIA) setelah aparat menemukan ratusan emas batangan senilai lebih dari US$40 juta atau sekitar Rp713 miliar di rumahnya di Virginia.

Mantan pejabat bernama David Rush itu didakwa melakukan pencurian uang pemerintah. Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan FBI mengungkap dugaan penyalahgunaan fasilitas dan aset milik negara.

Baca Juga :
Serangan Baru AS ke Iran Bikin Harga Minyak Dunia Meroket
Analis Ungkap China Tak Mengejar Perdamaian Total, Tapi Konflik yang Menguntungkan

Dalam penggeledahan yang dilakukan bulan ini, agen FBI menyita sekitar 303 batang emas, uang tunai senilai US$2 juta, serta sekitar 35 jam tangan mewah dari kediaman Rush.

Laporan The New York Times menyebut Rush merupakan mantan pejabat senior CIA yang memiliki izin keamanan tingkat tinggi dan akses terhadap informasi rahasia pemerintah AS.

Berdasarkan dokumen pengadilan, Rush diduga memberikan informasi palsu saat melamar pekerjaan di lembaga pemerintah tersebut. Ia disebut berbohong mengenai latar belakang pendidikan dan pengalaman militernya, termasuk mengaku memiliki gelar universitas dan pernah bertugas sebagai pilot angkatan laut.

Selain itu, ia juga diduga memalsukan lembar waktu kerja dan menerima pembayaran cuti militer sebesar US$77 ribu dengan mengklaim secara palsu sebagai anggota cadangan angkatan laut AS.

Penyelidikan FBI juga menemukan bahwa sejak November tahun lalu hingga Maret tahun ini, Rush beberapa kali meminta "sejumlah besar mata uang asing dan puluhan juta dolar dalam bentuk batangan emas" kepada tempatnya bekerja dengan alasan kebutuhan operasional pekerjaan.

Namun, emas dan sebagian besar uang tunai tersebut kemudian dilaporkan hilang dari ruang penyimpanan lembaga pemerintah tempat Rush bekerja. Hal itu memicu penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya aparat menggeledah rumahnya dan menemukan sekitar 303 emas batangan - senilai lebih dari US$40 juta.

Pernyataan tertulis tersebut menyatakan bahwa Rush menerima uang tunai dan emas tersebut, tanpa memberikan informasi lebih lanjut tentang mengapa ia mengambil aset dalam jumlah sebesar itu.

Rush ditangkap pada 19 Mei lalu dan kini menghadapi dakwaan pencurian uang pemerintah. Hingga kini, pengacaranya menolak memberikan komentar terkait kasus tersebut. (CNA)

Baca Juga :
Trump Tak Puas dengan Kesepakatan Akhiri Perang Iran, Bimbang Lanjutkan Serangan
Ancam AS, Mojtaba Khamenei: Tak Ada Lagi Tempat Aman di Timur Tengah
Mojtaba Khamenei: Timur Tengah Tak Lagi Jadi Tameng Pangkalan AS!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu Sugiono Serukan Reformasi PBB dan Dewan Keamanan: Suara Global South Tidak Terwakili
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
KBIH Bantah Adanya Pungli bagi Jemaah Lansia di Tanah Suci
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jamaah Haji Indonesia Diingatkan Tak Lontar Jumrah di Luar Jadwal
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Komoditas: Minyak Mentah Brent Turun 5% ke USD 94,29 per Barel
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Inovasi Warga Gandaria Jaksel Kembangkan Alat Sampah Plastik Punya Nilai Ekonomi
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.