BANDUNG, KOMPAS.TV - Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan pernyataan terkait salah satu alumninya yang diduga terlibat pemalsuan riset kedokteran demi mendapatkan travel grant konferensi internasional.
Dekan Fakultas MIPA ITB Aep Patah mengakui salah satu terduga pelaku pemalsuan riset tersebut pernah berkuliah di kampusnya. Mahasiswa bernama Prihantini itu tercatat berkuliah di program magister FMIPA ITB angkatan 2020 dan lulus pada 2022.
Aep menjelaskan, tesis ataupun aktivitas akademis Prihantini selama berkuliah di ITB tidak berkaitan dengan topik riset yang diduga palsu dan viral di media sosial.
Baca Juga: Mendiktisaintek: Indonesia dan Malaysia Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan Tinggi
Aep mengatakan pihak ITB berkomitmen memperkuat budaya akademis, khususnya integritas dan tanggung jawab di ranah penelitian. Aep pun menyebut pihaknya akan menghormati jika terjadi proses hukum atas Prihatini.
"Adapun tesis Prihantini saat menempuh studi Magister di ITB berjudul 'Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring'," kata Aep dalam keterangan resminya pada Kamis (28/5/2026).
"ITB menyatakan sikap bahwa tindakan Saudari Prihatini tersebut merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu. Dengan demikian, jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud."
Lebih lanjut, Aep menegaskan ITB tidak menoleransi praktik plagiarisme, fabrikasi data, manipulasi hasil, atau bentuk pelanggaran etika ilmiah lainnya dalam kegiatan akademik dan penelitian.
Sebelumnya, dugaan sejumlah WNI yang memalsukan riset untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional menuai sorotan di media sosial.
Kasus ini turut mengundang keprihatinan kelompok akademisi. Ketua Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) Budi iman Santoso menilai institusi terkait perlu melakukan audit menyeluruh sehubungan dugaan riset palsu tersebut.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- riset kedokteran palsu
- itb
- pemalsuan riset
- pemalsuan riset demi travel grant
- prihantini





