Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perombakan besar terhadap sejumlah indeks saham pada evaluasi Mei 2026. Perubahan tersebut tidak hanya menyasar indeks syariah seperti Jakarta Islamic Index (JII), JII70, dan Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), tetapi juga indeks tematik dan ESG seperti SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, ESGQKEHATI, IDXVESTA28, ECONOMIC30, hingga IDXMESBUMN.
Evaluasi ini berlaku efektif mulai 2 Juni 2026 dan menjadi sorotan pelaku pasar karena memengaruhi aliran dana investasi berbasis indeks dan reksa dana pasif.
Fokus utama pasar tertuju pada perubahan komposisi Jakarta Islamic Index (JII) setelah BEI memasukkan tujuh saham baru dan mengeluarkan tujuh saham lain, termasuk sejumlah saham blue chip. Evaluasi mayor ini berlaku untuk periode 2 Juni hingga 30 November 2026.
Tujuh saham baru yang masuk ke JII meliputi:
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
- PT Sentul City Tbk (BKSL)
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RAJA)
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
Sementara saham yang keluar dari JII adalah:
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
- PT Indosat Tbk (ISAT)
- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
Selain perubahan konstituen, evaluasi kali ini turut mengubah bobot saham di dalam JII. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) masih menjadi saham dengan bobot terbesar, meski turun menjadi 15% dari sebelumnya 18,17%. Sebaliknya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik menjadi 7,9% dari sebelumnya 5,67%, sedangkan PT United Tractors Tbk (UNTR) meningkat menjadi 6,09% dari sebelumnya 3,70%.
Perubahan bobot terbesar JII:
- TLKM: turun dari 18,17% menjadi 15%
- BRMS: naik dari 5,67% menjadi 7,9%
- UNTR: naik dari 3,70% menjadi 6,09%
Evaluasi mayor juga berdampak besar pada indeks ISSI dan JII70. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti ASII, BRPT, DSSA, INCO, PANI, dan PGEO keluar dari indeks syariah karena tidak lagi memenuhi kriteria Daftar Efek Syariah (DES).
BEI menetapkan saham syariah wajib memenuhi sejumlah ketentuan, antara lain kegiatan usaha yang sesuai prinsip syariah, rasio utang berbunga terhadap aset maksimal 45%, serta pendapatan non-halal tidak melebihi 10% dari total pendapatan perusahaan.
Baca Juga: Saham Wilmar Rontok 9%, SIMP Ikut Tertekan Usai Dugaan Manipulasi Ekspor CPO
Baca Juga: Terancam Didepak, MSCI Bekukan Saham GOTO yang Mentok di Gocap
Dalam evaluasi JII70, saham ARCI, DEWA, RAJA, dan WIFI resmi masuk sebagai konstituen baru. Sementara itu, pada indeks IDXSHAGROW, saham ADMR dan WIFI turut ditambahkan sebagai anggota baru.
Secara keseluruhan, sebanyak 72 saham keluar dari ISSI karena tidak lagi memenuhi kriteria DES. Perubahan besar ini menunjukkan pengetatan seleksi saham syariah di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap kualitas fundamental dan kepatuhan syariah emiten.
Tak hanya indeks syariah, BEI juga melakukan evaluasi terhadap indeks tematik dan ESG. Dalam indeks SRI-KEHATI, dua saham yakni PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) keluar dari indeks. Sebaliknya, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Indosat Tbk (ISAT) masuk sebagai konstituen baru.
Pada indeks ESGSKEHATI, saham baru yang masuk antara lain:
- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
Sementara indeks ECONOMIC30 menunjukkan perubahan bobot signifikan pada saham perbankan besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih mendominasi dengan bobot 25%, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 20,62%, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 14,52%.
BEI juga melakukan evaluasi minor terhadap IDXVESTA28. Sejumlah saham mengalami kenaikan bobot seperti:
- AKRA menjadi 4,48%
- JSMR menjadi 4,48%
- KLBF menjadi 5,72%
Sedangkan beberapa saham mengalami penurunan bobot, seperti:
- ASII menjadi 2,22%
- CPIN menjadi 5,76%
- MAPI menjadi 3,45%
Pada indeks IDXMESBUMN, BEI memasukkan tiga saham baru yakni:
- PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)
- PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL)
- PT Timah Tbk (TINS)
Evaluasi indeks tersebut diumumkan melalui Pengumuman BEI Nomor Peng-00089/BEI.POP/05-2026 tertanggal 26 Mei 2026 dan Pengumuman Nomor Peng-00085/BEI.POP/05-2026 tertanggal 21 Mei 2026.





