HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Ada sesuatu yang terasa berbeda dari pergerakan transfer Persebaya Surabaya musim ini.
Biasanya rumor transfer di sepak bola Indonesia datang dan pergi begitu cepat. Hari ini dikaitkan, besok hilang. Tetapi kali ini, aroma proyek besar mulai benar-benar terasa di Surabaya.
Dan semuanya seperti mengarah pada satu sosok: Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal itu tampaknya tidak datang ke Persebaya hanya untuk membangun tim biasa. Ia mulai menghadirkan pemain-pemain yang benar-benar memahami ide permainannya. Pemain yang bukan hanya cocok secara teknis, tetapi juga punya hubungan emosional kuat dengannya.
Nama pertama yang kini hampir pasti menjadi bagian dari proyek tersebut adalah Yuran Fernandes.
Bek jangkung asal Cape Verde itu dilaporkan sudah deal dengan Persebaya Surabaya pada Kamis (28/5/2026). Dan menariknya, keputusan Yuran menerima pinangan Green Force ternyata bukan semata soal uang atau ambisi klub.
Ada faktor lain yang jauh lebih personal.
Bernardo Tavares.
Hubungan antara Yuran dan Bernardo memang bukan hubungan biasa antara pemain dan pelatih. Selama empat musim bersama di PSM Makassar, keduanya tumbuh dalam perjalanan penuh tekanan, drama, hingga akhirnya berhasil menjuarai Liga 1 2022/2023.
Yuran bukan cuma pemain inti.
Ia adalah salah satu “anak emas” Bernardo di lapangan.
Bek bertinggi 198 cm itu selalu menjadi sosok yang dipercaya mengawal jantung pertahanan PSM. Dan Bernardo tahu betul bagaimana memaksimalkan kualitas sang pemain.
Karena itu, ketika Bernardo mulai membangun era baru di Surabaya, nama Yuran langsung masuk radar utama.
Dan respons Yuran ternyata sangat positif.
“Tavares melakukan pekerjaan yang sangat baik di PSM. Pada musim pertama dia menjadi juara, dan musim berikutnya dia berani bertaruh dengan pemain-pemain muda. Dia berhasil membawa klub ini ke level yang bagus,” ujar Yuran.
Kalimat itu terasa lebih dalam dari sekadar pujian biasa.
Ada rasa hormat besar di sana.
Ada hubungan yang sudah terbangun bukan cuma lewat latihan, tetapi lewat perjalanan panjang menghadapi tekanan sepak bola Indonesia bersama-sama.
“Kita memiliki hubungan yang baik, saya menganggapnya sebagai teman. Dia tahu bagaimana saya sebagai pemain, dan saya sedikit tahu bagaimana dia memasang ide ke permainan,” lanjut Yuran.
Dan mungkin, di situlah alasan terbesar mengapa transfer ini terasa sangat masuk akal.
Yuran tidak perlu beradaptasi dengan filosofi Bernardo.
Ia sudah hidup di dalam sistem itu selama bertahun-tahun.
Ia tahu kapan harus naik menekan.
Ia tahu bagaimana Bernardo membangun garis pertahanan.
Ia tahu ritme permainan seperti apa yang diinginkan sang pelatih.
Dalam sepak bola modern, chemistry seperti itu mahal.
Bahkan kadang lebih penting daripada sekadar kualitas individu.
Dan Persebaya tampaknya sedang mencoba membangun fondasi tim dari koneksi-koneksi semacam itu.
Yang bikin situasi makin menarik, rumor berikutnya mulai muncul.
Setelah Yuran Fernandes, nama Aloisio Neto mulai disebut-sebut berpotensi menyusul ke Surabaya.
Jika itu benar terjadi, maka Persebaya bisa menghadirkan kembali duet tembok baja PSM Makassar era Bernardo Tavares.
Bagi pecinta Liga Indonesia, duet Yuran dan Aloisio jelas bukan kombinasi asing.
Keduanya pernah menjadi salah satu pasangan bek paling solid di kompetisi Indonesia. Karakter mereka saling melengkapi.
Yuran unggul dalam duel udara, agresivitas, dan kepemimpinan.
Sementara Aloisio dikenal tenang, kuat membaca permainan, dan nyaman memainkan build-up dari belakang.
Jika benar kembali dipasangkan di Persebaya, lini pertahanan Green Force bisa berubah menjadi salah satu yang paling menyeramkan musim depan.
Apalagi Bernardo dikenal sangat detail dalam membangun organisasi pertahanan.
Musim debutnya bersama PSM menjadi bukti.
Saat banyak orang meragukan kualitas skuad Juku Eja kala itu, Bernardo justru berhasil mengubah tim menjadi juara Liga 1 2022/2023.
Bukan dengan sepak bola penuh glamour.
Tetapi lewat organisasi permainan yang disiplin, agresif, dan efektif.
Dan sekarang, aroma proyek serupa mulai terasa di Surabaya.
Persebaya tampaknya tidak lagi ingin sekadar menjadi tim besar dengan fanbase besar.
Mereka ingin benar-benar menjadi kandidat juara.
Kedatangan Yuran sendiri sudah memberi sinyal kuat soal ambisi itu.
Sebab Yuran bukan hanya bek biasa.
Statistiknya bersama PSM bahkan terasa absurd untuk ukuran seorang defender.
Selama membela Pasukan Ramang sejak 2022, ia mencetak 21 gol dan 9 assist dari 133 pertandingan.
Angka yang bahkan sulit dicapai sebagian gelandang serang.
Situasi bola mati menjadi salah satu senjata mematikannya. Setiap corner kick atau free kick selalu terasa berbahaya ketika Yuran maju ke kotak penalti lawan.
Tetapi kekuatan utamanya tetap ada di mentalitas.
Ia punya aura pemimpin.
Punya keberanian bermain di bawah tekanan.
Dan itu adalah karakter yang sangat dibutuhkan Persebaya untuk kembali bersaing di papan atas.
Kini, publik tinggal menunggu satu hal.
Apakah Bernardo Tavares benar-benar akan menghadirkan kembali duet Yuran Fernandes dan Aloisio Neto di Bajul Ijo?
Jika iya, maka Super League musim depan mungkin akan punya satu kandidat juara baru yang benar-benar serius.





