JAKARTA, KOMPAS.com - Juhariah (73) mengaku sempat menangis dan merasa takut saat pertama kali tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 (PSTW BM2), Cengkareng, Jakarta Barat.
Namun, setelah dua tahun tinggal di panti lansia milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu, ia kini aktif mengikuti berbagai kegiatan bersama penghuni lainnya.
“Ya kan enggak biasa ya. Nangis, sedih, gitu. Duduk aja di depan gitu awalnya,” kata dia saat ditemui Kompas.com di PSTW BM2 Cengkareng, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: 127 Calon Jemaah Umrah Laporkan Hanania Travel ke Polisi, Kerugian Capai Rp 60 Miliar
Perempuan asal Jatinegara, Jakarta Timur, itu mengaku bahwa awalnya ia tidak pernah membayangkan akan tinggal di panti sosial.
Sebelum dibawa ke panti sosial, ia sempat tinggal di rumah temannya setelah mengalami masalah keluarga.
“Aku ada problem sama mantu, terus nginep di (rumah) temen. Kata temen, ‘Nek, lu tinggal aja di panti’. (Dibalas Juhariah) 'Ah, enggak ah takut',” kata Juhariah.
Namun, keesokan harinya ambulans datang menjemputnya menuju panti sosial di wilayah Cipayung, Jakarta Timur. Beberapa waktu kemudian, ia dipindahkan ke PSTW BM2 Cengkareng.
Saat ditanya lebih lanjut terkait konflik yang terjadi dengan keluarganya, Juhariah enggan untuk membahasnya.
Ia hanya mengatakan bahwa masa-masa awal tinggal di panti menjadi periode yang berat.
“Tadinya sih aku gimana ya nangis, sedih gitu,” ujar dia.
Baca juga: Perekrut Iming-imingi CPMI Gaji Rp 10 Juta Per Bulan Jadi Admin Judol di Kamboja
Menurut Juhariah, rasa takut itu muncul karena ia sama sekali belum mengetahui kehidupan di dalam panti sosial.
“Aku kan enggak ngerti. Belum tahu gitu seluk-beluknya panti. Enggak pernah denger-denger ada orang masuk sini, kan belum ada zaman dulu ya. Jadi aku enggak pernah denger,” tutur dia.
Perlahan, ia mulai merasa nyaman dengan kehidupan di panti sosial. Menurut dia, banyaknya kegiatan dan teman membuatnya bisa adaptasi dengan kehidupan baru.
"Ah, kurang lebih mau 1 tahun deh (baru nyaman). Dari senam, dari segala macem, aku ikutin. Terus lama-lama aku ya enak-enak ya udah," ungkap dia.
Kini, Juhariah rutin mengikuti pengajian, yasinan, senam, membatik, hingga kegiatan kerajinan tangan. Ia mengaku paling senang mengikuti kegiatan membatik yang rutin diadakan setiap pekan.