5 Cara Menyimpan Daging Kurban Supaya Awet, Jangan Cuma Disimpan di Freezer!

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Hari Raya Idul Adha sering kali menyisakan stok daging kurban yang melimpah. Masalahnya, tidak semua orang memiliki kapasitas freezer yang cukup atau ingin cepat mengolah daging.

Jangan khawatir, ada beberapa metode praktis yang bisa kamu lakukan untuk menjaga daging tetap awet dan layak konsumsi tanpa harus membekukannya. Berikut adalah 5 tips menyimpan daging kurban supaya awet selain dibekukan.

1. Teknik Penggaraman (Curing)

Penggaraman adalah metode pengawetan alami yang sangat efektif. Garam bekerja dengan cara menarik keluar kelembapan dari dalam daging, sehingga bakteri pembusuk tidak memiliki media untuk tumbuh.

Caranya dengan menaburi seluruh permukaan daging dengan garam dapur atau garam krosok dalam jumlah yang cukup banyak. Pastikan seluruh bagian tertutup rata.

Untuk penyimpanan, daging yang sudah digarami bisa disimpan di wadah terbuka di tempat yang sejuk dan kering, atau digantung. Sebelum dimasak, cuci bersih daging untuk menghilangkan kelebihan rasa asinnya.

2. Membuat Dendeng (Teknik Pengeringan)

Kalau punya waktu luang, mengubah daging menjadi dendeng adalah cara terbaik agar daging awet hingga berbulan-bulan tanpa kulkas.

Cara membuatnya dengan mengiris daging tipis-tipis searah serat agar tidak hancur. Lumuri dengan bumbu (ketumbar, bawang putih, dan gula merah). Jemur di bawah sinar matahari langsung sampai benar-benar kering dan teksturnya menjadi kaku. Simpan dendeng kering di dalam toples atau wadah kedap udara pada suhu ruang. Pastikan wadah benar-benar kering agar tidak muncul jamur.

3. Teknik Ungkep (Direbus dengan Rempah)

Baca Juga: 5 Resep Masakan Timur Tengah yang Praktis dan Cocok untuk Daging Kurban

 

Ini adalah metode paling praktis yang bisa dilakukan di rumah. Teknik ungkep bertujuan untuk mematikan bakteri pada daging mentah dan memberikan lapisan pelindung melalui rempah-rempah.

Rebus daging dengan bumbu kuning (kunyit, jahe, lengkuas, bawang putih, dan garam yang agak banyak). Kunyit dan garam memiliki sifat antiseptik dan antibakteri alami. Masak hingga air menyusut dan bumbu meresap. Setelah dingin, masukkan ke dalam wadah kedap udara. Daging ungkep ini bisa bertahan 3-5 hari di suhu ruang (asalkan dipanaskan setiap hari) atau lebih lama lagi jika diletakkan di rak kulkas biasa (bukan freezer).

4. Dimasak Menjadi Rendang atau Abon

Mengolah daging menjadi masakan yang "kering" adalah teknik pengawetan tradisional Nusantara yang sangat cerdas. Rempah-rempah yang digunakan dalam rendang seperti cabai, lengkuas, dan serai bersifat antimikroba.

Untuk membuat rendang, masak daging dengan santan dan rempah hingga dedak bumbunya menjadi hitam dan berminyak. Rendang yang benar-benar kering bisa awet 2-3 minggu di suhu ruang.

Kamu juga bisa mengolah daging menjadi abon (suwiran daging yang digoreng kering). Proses ini bisa menghilangkan kadar air hampir 100%, sehingga aman disimpan berbulan-bulan di dalam toples.

5. Teknik Konfit atau Merendam dalam Minyak

Metode ini sangat populer dalam kuliner profesional untuk mengawetkan daging dengan cara memutus kontak antara daging dan udara (oksigen).

Caranya masak daging (bisa yang sudah diungkep atau dibumbui) di dalam minyak goreng dengan api kecil hingga matang. Setelah itu, masukkan daging ke dalam wadah dan tuangkan minyak goreng tersebut sampai seluruh bagian daging terendam sepenuhnya.

Selama daging tertutup rapat oleh lapisan minyak dan tidak ada udara yang masuk, bakteri tidak akan bisa berkembang. Kamu bisa menyimpannya di tempat yang paling sejuk di rumah atau di dalam kulkas bawah (chiller) .

Tips Tambahan Agar Daging Tetap Segar

Ada beberapa tips untuk membuat daging kurban tetap segar dan praktis untuk diolah. Berikut tipsnya yang harus kamu pahami.

1. Jangan Mencuci Daging dengan Air

Jika ingin disimpan lama, hindari mencuci daging kurban dengan air keran karena bisa memicu perkembangan bakteri. Jika kotor, cukup lap dengan tisu dapur.

2. Pisahkan Per Porsi

Simpan daging dalam wadah-wadah kecil sesuai ukuran sekali masak. Ini mencegah Anda membuka-tutup wadah besar yang bisa mengundang masuknya bakteri baru.

3. Gunakan Wadah Bersih

Pastikan semua peralatan (pisau, talenan, wadah) dalam keadaan steril dan kering sebelum menyentuh daging yang akan diawetkan.

Dengan metode di atas, Sobat Grid tidak perlu lagi pusing melihat freezer yang penuh sesak! Selamat mencoba, ya! (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sapi Berukuran Besar untuk Perluas Manfaat Kurban
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi I Ingatkan Pemerintah Hati-hati Jadikan Bandara Kertajati sebagai Bengkel Pesawat Hercules
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Profil dan Riwayat Pendidikan Rifaldy Fajar Diduga Lakukan Riset Palsu, Publikasi Banyak Jurnal Ilmiah
• 7 jam laludisway.id
thumb
Akademisi Denmark Angkat Bicara Dugaan Riset Palsu Rifaldy Fajar dan Prihantini, Ada Regulasi Penggunaan AI
• 19 jam laludisway.id
thumb
HIPMI Mendorong Sinergi dengan JCI untuk Memperluas Jejaring Global Pengusaha Muda Indonesia
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.