Dari Bumi Mina, Kaki Berpijak Spiritualitas Mengetuk Langit: Hadirkan Penghambaan Itu

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Azis Subekti, mahasiswa Program Doktor Hukum UAI, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Ada banyak tempat di dunia yang dibangun untuk membuat manusia merasa nyaman. Kota-kota modern berlomba menghadirkan kemudahan.

Mesin diciptakan untuk mempersingkat waktu. Teknologi dirancang agar manusia semakin sedikit bersentuhan dengan rasa lelah. Dunia bergerak cepat menuju kehidupan yang serba praktis.

Baca Juga
  • Media Israel Ungkap Mengapa Komandan Tertinggi Al-Qassam Berjuluk Sang Hantu Bisa Terbunuh
  • Siapa Komandan Al-Qassam yang Syahid, Berjuluk 'Hantu' dan Kepalanya Dibanderol Israel Rp 12 M?
  • Media Sebut Trump Kalah Perang Lawan Iran, Sementara Publik AS Saling Ribut Sendiri

Tetapi Mina justru menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Di sana manusia tidak sedang dimanjakan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia sedang ditempa.

Hamparan tenda putih membentang di kaki bukit-bukit tandus. Panas gurun turun tanpa banyak kompromi.

Jutaan manusia berjalan dalam kepadatan yang nyaris sulit dibayangkan. Tidak ada ruang luas untuk ego pribadi.

Semua bergerak dalam ritme yang sama—makan bersama, berjalan bersama, menunggu bersama, berdesakan bersama, dan belajar bersabar bersama.

Di tengah dunia yang semakin memuliakan individualisme, Mina justru mengajarkan manusia bagaimana mengecilkan dirinya sendiri.

Dan mungkin di situlah rahasia terdalamnya.

Suasana jamaah haji berjalan menuju Jamarat untuk melempar jumrah aqobah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). Lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS. - (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kamis Pagi, Rupiah Turun 0,30% ke Level Rp17.855/USD
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Tepat Menyimpan Daging Kurban Supaya Tak Cepat Rusak
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Presiden Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Dipelajari di Semua Jenjang Sekolah
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Iran Ajukan Draf MoU ke AS untuk Pembukaan Selat Hormuz dan Pencabutan Blokade
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Kemenag: Padepokan Padang Ati Pekalongan Bukan Pondok Pesantren
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.