Korsel Sebut Iran Jadi Biang Kerok Kapal HMM Namu Porak-poranda di Selat Hormuz

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Selatan, Park Yoon-joo, pada Rabu memaparkan hasil investigasi pemerintah yang mengindikasikan serangan Iran.

Dilansir dari Yeni Safak, Park mengatakan bahwa rudal anti-kapal seri Noor buatan Iran kemungkinan digunakan dalam serangan terhadap kapal HMM Namu yang dioperasikan Korea Selatan di Selat Hormuz pada 4 Mei.

Park menyampaikan kepada wartawan di Seoul bahwa analisis teknis terhadap puing-puing yang ditemukan dari kapal, meliputi mesin, hulu ledak, serta material peledak, menunjukkan kesesuaian dengan spesifikasi persenjataan Iran.

Laporan juga menyebut bahawa Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan penyelidik belum dapat memastikan pihak yang meluncurkan rudal maupun apakah serangan tersebut dilakukan secara sengaja.

Meski demikian, Park menegaskan bahwa “banyak bukti mengarah ke Iran.”

Investigasi pemerintah berfokus pada analisis pecahan yang diekstraksi dari kapal rusak milik perusahaan pelayaran besar Korea Selatan, HMM Co., guna mengidentifikasi jenis persenjataan yang digunakan dalam insiden tersebut.

Baca Juga

  • Trump Kembali Serang Iran, Bandar Abbas Jadi Sasaran
  • Persimpangan Jalan Penghiliran
  • Harga Minyak Global Melemah Setelah Progres Dialog AS-Iran
Tanggapan Teheran

Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk Korea Selatan, Saeed Koozechi, membantah tuduhan tersebut setelah dipanggil oleh pemerintah Seoul.

“Iran membantah semua tuduhan terkait masalah ini,” ujar Koozechi melalui penerjemah. Dia menambahkan, “Kita harus waspada terhadap operasi bendera palsu oleh negara-negara musuh.”

Namun demikian, diplomat Iran itu tidak menjelaskan lebih lanjut negara mana yang dimaksud berada di balik dugaan operasi tersebut.

Sebagaimana dikerahui, serangan di Selat Hormuz itu memicu ledakan dan kebakaran di atas kapal serta menyebabkan satu anggota kru mengalami luka-luka.

Menurut laporan Kantor Berita Yonhap, kapal HMM Namu saat ini menjalani proses perbaikan di Uni Emirat Arab pascainsiden yang terjadi di salah satu jalur pelayaran strategis dunia tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Bus Coyo Terbakar di Pantura Cirebon, Berawal dari Korlseting AC
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Bupati Jember Gus Fawait Sebut Proyek JLS Selatan Senilai Rp3 Triliun Jadi Motor Ekonomi Baru
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Telkomsel Perluas Transformasi Digital dan Layanan 5G di Usia ke-31
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Total Aset DPLK Allianz Indonesia Capai Rp8,09 Triliun pada 2025, Naik 4,5%
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Gol Jean-Philippe Mateta Antar Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.