Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT

rctiplus.com
1 hari lalu
Cover Berita
Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTTNasional | inews | Jum'at, 29 Mei 2026 - 00:30Dengarkan Berita

SUMBA BARAT DAYA, iNews.id - Seorang mahasiswa berinisial MMK (24) tewas tertembak senapan angin di bagian dada kanan di Desa Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban diduga ditembak ABK (20) petani yang masih tinggal di desa yang sama.

Informasi dirangkum, insiden penembakan tersebut terjadi Jumat (22/5/2026) pukul 16.00 WITA. Kasusnya kini sudah ditangani polisi setempat.

Kejadian bermula saat pelaku datang ke sebuah kios untuk membeli rokok. Setelah dilayani adik korban, pelaku kemudian keluar dari kios tersebut.

Tak lama kemudian, korban menegur pelaku dalam suasana bercanda. Namun candaan itu berubah menjadi petaka setelah korban diduga mengucapkan kalimat yang menantang pelaku untuk menembaknya di bagian dada.

“Mungkin saat itu mereka sama-sama tidak menyangka candaan itu berujung maut,” ujar seorang warga yang enggan namanya disebut dikutip dari iNews Sumba, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga:Nilai Tak Ada Unsur Pidana dari Video Ceramah JK, Boni Hargens: Ada Dimensi Politik

Mendengar ucapan tersebut, pelaku kemudian mengokang senapan angin jenis uklik atau pompa yang dibawanya. Pelaku lalu melepaskan satu kali tembakan ke arah korban. Peluru senapan angin itu mengenai dada kanan korban. Seketika korban langsung terjatuh dan mengalami pendarahan di lokasi kejadian.

Ayah korban yang melihat peristiwa tersebut langsung panik. Dia kemudian membawa korban ke RS Karitas Waitabula menggunakan kendaraan keluarga. Namun setiba di rumah sakit, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia akibat luka tembak.

Dari hasil pendalaman sementara, senapan angin yang digunakan pelaku merupakan merek Mauser kaliber 4,5 mm atau 0.177 inch. Senapan tersebut disebut memiliki kekuatan tembakan mencapai 600 hingga 1.000 fps.

Polisi juga menyebut senapan angin itu memiliki akurasi efektif antara 30 hingga 50 meter sehingga berbahaya apabila disalahgunakan. Saat ini polisi telah mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa senapan angin yang digunakan dalam kejadian tersebut. Aparat juga telah olah TKP, pemeriksaan saksi dan visum et repertum untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

#regional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomika Haji: Jalan Kedaulatan Ekonomi Bangsa
• 6 jam laludetik.com
thumb
Timnas Indonesia Segrup dengan Malaysia hingga Australia, Nova Arianto Tak Gentar dan Siap Bawa Garuda Muda Lolos Piala Asia U-20 2027
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Poin Penting RUU Satu Data: Akhiri Kekacauan Bansos, BPJS hingga Ego Sektoral
• 17 jam lalukompas.com
thumb
BPIP: Tidak Ada Tindakan Diskriminasi Seleksi Paskibraka di Sulsel!
• 52 menit lalurctiplus.com
thumb
5 Berita Populer: Dewi Perssik Kurban 12 Sapi; Ria Ricis Bantah Piercing
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.