Jakarta, VIVA – MPL Indonesia Season 17 benar-benar menghadirkan drama yang sulit diprediksi hingga pekan terakhir regular season. Persaingan menuju playoff berlangsung panas dengan berbagai kemungkinan tie-breaker, sementara sejumlah tim besar justru tumbang di momen paling menentukan. Namun dari semua pertandingan yang terjadi, duel RRQ Hoshi melawan Alter Ego menjadi salah satu laga paling mengguncang di Week 9 MPL ID S17.
- MPL Indonesia
Banyak penggemar awalnya mengira RRQ Hoshi sudah tidak memiliki motivasi besar setelah dipastikan gagal lolos ke playoff. Tim berjuluk Raja dari Segala Raja itu bahkan menjalani salah satu musim terburuk mereka dalam sejarah MPL. Namun justru di tengah kondisi tersebut, RRQ berhasil menghadirkan plot twist terbesar dengan menghancurkan harapan Alter Ego lewat kemenangan dramatis 2-1.
Pertandingan berjalan sangat sengit sejak game pertama. RRQ tampil agresif dan berhasil mengamankan poin pembuka yang membuat tekanan langsung berpindah ke Alter Ego. Kekalahan di game awal membuat AE berada di ujung tanduk karena mereka wajib menang untuk menjaga peluang lolos playoff tetap hidup.
Situasi berubah di game kedua ketika Alter Ego berhasil bangkit. Permainan disiplin dan objektif yang lebih rapi membuat mereka sukses menyamakan skor menjadi 1-1. Momentum comeback pun mulai terasa dan banyak penonton percaya Alter Ego mampu membalikkan keadaan di game penentuan.
Namun drama terbesar justru muncul di game ketiga. RRQ yang sudah tidak memiliki beban tampil jauh lebih tenang dalam teamfight dan pengambilan objektif penting. Alter Ego beberapa kali mencoba memaksakan permainan agresif, tetapi RRQ mampu menghukum kesalahan kecil yang terjadi di momen krusial.
Perlahan RRQ mulai mengambil alih map control hingga akhirnya memastikan kemenangan 2-1 yang sekaligus mengubur mimpi Alter Ego menuju playoff MPL ID S17. Hasil tersebut langsung menjadi salah satu kejutan terbesar di akhir regular season karena RRQ yang sudah tersingkir justru menjadi tim yang menentukan nasib pesaing lain.
Usai pertandingan, pemain Alter Ego Nino mengaku timnya memang harus menerima kenyataan pahit tersebut. Ia menyebut banyaknya kekalahan dan kegagalan meraih kemenangan 2-0 sepanjang musim menjadi penyebab utama Alter Ego gagal melaju ke playoff.





