Pemilu Masih Lama, Seberapa Efektif Safari Politik Jokowi Menggaet Pemilih Elektoral?

kompas.com
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo akan berkeliling Indonesia dalam waktu dekat.

Pria yang identik dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah hengkang dari PDI-P ini akan memulai perjalanannya dari Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.

Meski safari disebut untuk memenuhi undangan masyarakat sekaligus menemui pengurus PSI di daerah, publik menduga lawatannya juga bertujuan untuk mendongkrak suara PSI menuju Pemilu 2029.

Lantas, seberapa efektif safari tersebut mampu mendulang suara pemilih ketika Pemilu masih tiga tahun lagi?

Baca juga: Safari Politik Jokowi, Pengamat: Untuk Dongkrak Suara PSI dan Posisi Tawar Gibran di 2029

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menilai, safari jauh-jauh hari justru relevan untuk partai berlambang gajah itu.

Mengacu pada Pemilu 2024, sebanyak 30 persen pemilih justru sudah menentukan pilihannya dari jauh-jauh hari.

Oleh karenanya, mengambilalih garis start lebih dulu bisa menjadi sebuah keunggulan, minimal membuat PSI mampu menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

"Lebih dari 30 persen pemilih itu sudah punya pilihan sejak jauh-jauh hari. Jadi, dengan demikian, pemilih Jokowi yang sudah setia atau yang masih setia sama Jokowi itu bisa diikat jauh-jauh hari," kata Djayadi, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/5/2026).

Ikat pemilih swing

Menurut Djayadi, safari politik dari jauh-jauh hari sejatinya juga mampu mengikat pemilih yang suka berubah-ubah pilihan (swing).

Ia tidak memungkiri, mendekati pemilih swing dari jauh-jauh hari membuat jangka waktu membujuk mereka juga jauh lebih banyak.

Dengan begitu, simpatisan yang masih ragu-ragu lebih dapat diarahkan menjadi pendukung Jokowi dan PSI.

"Itu berarti kan masih mungkin untuk mengajak mereka ke partai yang bersangkutan. Jadi, ini menggunakan strategi double (strategi dua kaki) sekaligus, ya strategi double," beber dia.

Terlebih menurut dia, tiga tahun sebelum Pemilu sebetulnya bukan waktu yang lama.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pemilu yang terselenggara lima tahun sekali pun terlalu pendek untuk mempersiapkan diri dalam dunia politik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Bongkar Borok Penerimaan Siswa Baru, Ada Pungli hingga Calon Titipan
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Kabar Bahagia untuk Timnas Indonesia, Harga Pasar 3 Bintang Garuda di Eropa Melejit Usai Panen Menit Bermain
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Akan Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemnaker Buka Program Vokasi Nasional Batch 2 di Berbagai Daerah
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Cara Menurunkan Kolesterol Usai Iduladha
• 18 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.