Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron atas penerimaannya di Prancis. Dia pun menjelaskan bahwa dirinya telah tiga kali mengunjungi Prancis pada tahun ini.
Hal itu diungkapkan Prabowo setelah upacara penyambutan resmi kenegaraan Presiden Prabowo di Les Invalides, Paris, Prancis, pada Kamis (28/5/2026).
"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, penghargaan setinggi-tingginya atas penerimaan yang begitu besar, begitu baik, penuh kehormatan, untuk saya dan delegasi saya. Sebagaimana diketahui, tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan bahwa tahun lalu pun dirinya telah mendapatkan kehormatan besar diundang ke Prancis dan bisa mengikuti defile di Prancis pada 14 Juli 2025. Saat itu, kunjungan Prabowo ke Prancis bertepatan dengan perayaan Bastille Day, mengenang peristiwa pengepungan Bastille yang menandakan pecahnya revolusi Prancis dan lahirnya Republik Prancis pada 1789 silam.
"Ini saya kira kehormatan sangat besar. Mungkin kita negara Asia pertama yang defile di benua Eropa," ujarnya.
Adapun dalam pertemuan Prabowo dan Macron pada hari ini, akan dibahas beberapa isu penting, yakni kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Baca Juga
- Menilik Hubungan Diplomatik RI-Prancis saat Prabowo Kunjungi Macron
- Prabowo Bertemu Macron, Bahas Isu Pertahanan hingga Pendidikan
- Prabowo ke Prancis, Menlu Sugiono: Hadiri Undangan Macron yang Sempat Tertunda
Delegasi Indonesia yang menemani Prabowo terdiri atas putra Presiden Prabowo, Didit Hediprasetyo; Menteri Luar Negeri Sugiono; Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Investasi Rosan Roeslani; serta Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar.
Sebelumnya, Prabowo telah mengunjungi Prancis pada awal tahun ini tepatnya 23 Januari 2026. Kunjungan itu disebut sebagai agenda diplomasi bilateral dalam memperkuat hubungan kerja sama strategis Indonesia dengan Prancis dan menghadiri jamuan santap malam pribadi bersama Macron di Istana Elysee.
Pada bulan lalu, 14 April 2026, Prabowo pun mengunjungi Prancis dan menggelar pertemuan bilateral membahas penguatan kerjasama strategis Indonesia-Prancis di berbagai sektor prioritas. Salah satu fokus pembahasan mencakup pengembangan kerjasama di bidang energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang yang saling menguntungkan.





