Pemerintah Pangkas Pajak Penulis Buku Jadi 1,5 Persen, Gen Z Makin Semangat Nulis?

medcom.id
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pemerintah meluncurkan kebijakan insentif pajak baru yang menyasar para penulis buku di seluruh Tanah Air. Hal tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan literasi, sekaligus memacu produktivitas pembuatan karya tulis ilmiah maupun fiksi.
 
Kebijakan insentif penulis ini bukan sekadar stimulus fiskal biasa, melainkan modal pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Keringanan pajak tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem yang merangsang masyarakat untuk lebih produktif menulis dan menerbitkan buku.
 
“Dampaknya ke pertumbuhan ekonomi tidak jangka pendek, tapi jangka panjang. Mungkin setelah bukunya terbit satu atau dua tahun, pembacanya menjadi lebih pintar. Ini adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip dari laman Media Indonesia, Kamis, 28 Mei 2026. Dorong Variasi Bacaan dan Literasi Kredibel Menkeu menambahkan, pemberian potongan pajak bagi profesi penulis ini juga bertujuan untuk memperkaya variasi bahan bacaan di dalam negeri. Kehadiran referensi informasi yang kredibel dinilai sangat penting di tengah derasnya arus informasi media sosial saat ini yang sering kali belum terverifikasi kebenarannya.

“Intinya agar penulis Indonesia lebih aktif berkarya karena beban pajaknya lebih rendah,” imbuh Purbaya.
 
Dalam paket stimulus ekonomi yang disiapkan tersebut, pemerintah secara spesifik menetapkan kebijakan insentif Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 1,5 persen khusus untuk profesi penulis. Realisasi Janji Kampanye Presiden Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa insentif fiskal bagi penulis ini merupakan wujud nyata dari implementasi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto.
 
Selain sektor literasi dan perbukuan, pemerintah juga secara simultan menggulirkan stimulus di sektor transportasi berupa diskon tiket angkutan udara dan darat untuk menyambut periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru).
 
Airlangga optimistis bahwa integrasi rangkaian kebijakan ini, termasuk di dalamnya program magang dan vokasi nasional, akan menjadi motor penggerak ekonomi yang signifikan. Pemerintah menargetkan seluruh kebijakan tersebut dapat memberikan dampak instan pada paruh tahun ini.
 
“Ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus kuat pada kuartal II tahun ini,” pungkas Airlangga. (Talitha Islamey)
 

Baca Juga :

Tutorial Mendaftar Sekolah Maung 2026, Siapkan Berkas dan Catat Jadwalnya

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Balita Tewas di Bekasi, Polisi Tunggu Kondisi Terduga Pelaku Stabil
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BLU Energi Bisa Impor Migas dari Afrika-Rusia, ESDM: Termasuk Lemigas
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Emas Antam Naik Rp20.000: Simak Harga dan Ketentuan Pajak Terbaru
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mahasiswa Gelar Literasi Keuangan pada UMKM Martabak Aroma Daun
• 6 jam laluharianfajar
thumb
UFC di Gedung Putih Bak Film Hollywood: Sniper hingga Konser Raksasa di Hari Kemerdekaan Amerika
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.