BEKASI, KOMPAS.com— Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan memperingatkan seluruh pengguna Commuter Line untuk mematuhi prosedur keselamatan saat naik dan turun kereta.
Hal itu sebagai tanggapan atas video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah penumpang Kereta Api Lokal Walahar turun saat rangkaian kereta masih bergerak.
"Kami mengimbau pengguna Commuter Line saat melakukan proses naik dan turun kereta agar tidak membuka pintu saat kereta belum berhenti," ujar Leza dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Viral Penumpang KA Walahar Nekat Turun Sebelum Kereta Berhenti di Stasiun Cikarang, KAI Buka Suara
Dalam video yang diunggah akun Threads @andryanto_wisnuwidodo, terlihat beberapa penumpang melompat dari pintu kereta sebelum rangkaian berhenti sempurna di peron Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Aksi tersebut dinilai membahayakan keselamatan penumpang. Bahkan, dalam video itu tampak beberapa orang kehilangan keseimbangan dan terjatuh sesaat setelah menginjak peron karena kereta masih melaju.
Menurut Leza, salah satu pelanggaran yang masih kerap ditemukan adalah tindakan meloncat naik maupun turun dari kereta ketika rangkaian belum berhenti sempurna di peron.
Baca juga: Banyak Kecelakaan, KAI Tutup Perlintasan Liar di Cilacap
Karena itu, KAI Commuter terus mengingatkan seluruh pengguna untuk mengutamakan keselamatan selama menggunakan layanan kereta.
"Salah satunya dengan tidak meloncat naik atau turun saat rangkaian kereta belum benar-benar berhenti sempurna di peron stasiun," kata Leza.
Ia juga mengingatkan pengguna untuk mendahulukan penumpang yang turun, memperhatikan celah antara peron dan kereta, serta mengantre dengan tertib saat naik maupun turun kereta.
Leza mengatakan, imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah potensi kecelakaan akibat penumpang yang terburu-buru turun ketika kereta masih bergerak.
Menurut dia, tindakan turun dari kereta sebelum berhenti sempurna merupakan pelanggaran keselamatan yang serius karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna lain di area peron.
"Ini karena dapat mencelakai diri sendiri dan pengguna lainnya yang sedang menunggu di area peron," kata Leza.
Baca juga: KAI Commuter Buka Refund 100 Persen Imbas Gangguan KRL Tangerang
Ia menambahkan, perilaku tersebut umumnya terjadi di stasiun-stasiun transit yang melayani perpindahan penumpang dari kereta api jarak jauh maupun kereta lokal menuju layanan Commuter Line Jabodetabek.
"Kejadian ini biasanya terjadi di stasiun-stasiun transit dari KAJJ atau kereta lokal dengan layanan Commuter Line Jabodetabek," ujarnya.
Selain mengingatkan penumpang dewasa, KAI Commuter juga meminta para orangtua untuk memberikan pengawasan lebih kepada anak-anak saat berada di area stasiun, khususnya di peron.
Baca juga: KAI Logistik Kirim 25 Kereta ke Sumatera, Perkuat Mobilitas Penumpang
"Petugas pengamanan stasiun juga selalu disiagakan di sepanjang peron untuk memberikan layanan bagi pengguna yang membutuhkan bantuan," kata Leza.
Ia berharap seluruh pengguna dapat mematuhi aturan keselamatan yang berlaku demi menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua penumpang.
"Dengan mematuhi aturan-aturan sederhana ini, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menghormati hak pengguna lain untuk mendapatkan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan," ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




