HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Memasuki usia ke-100 tahun, Persebaya Surabaya tampaknya tidak ingin sekadar merayakan sejarah panjang mereka sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia. Green Force mulai menunjukkan sinyal membangun proyek ambisius demi menyambut Super League 2026/2027 dengan target yang jauh lebih besar: merebut gelar juara.
Di tengah persaingan yang semakin panas, nama-nama pemain Timnas Indonesia mulai dikaitkan dengan Persebaya. Salah satu rumor yang paling menyita perhatian adalah potensi kedatangan Ole Romeny dan Marselino Ferdinan.
Dua pemain diaspora itu dianggap cocok menjadi simbol era baru Persebaya. Bukan hanya karena kualitas mereka di lapangan, tetapi juga karena daya tarik besar yang dimiliki di mata publik sepak bola nasional.
Rumor tersebut muncul di tengah situasi Ole Romeny yang sedang menghadapi masa sulit bersama Oxford United. Penyerang berusia 25 tahun itu baru saja mengalami penurunan nilai pasar berdasarkan pembaruan terbaru Transfermarkt.
Valuasinya kini berada di angka Rp13,9 miliar setelah sebelumnya sempat mencapai Rp20,86 miliar.
Penurunan tersebut tidak lepas dari minimnya kontribusi Ole sepanjang musim 2025/2026 di Inggris. Meski tampil dalam 30 pertandingan bersama Oxford United, ia hanya mampu mencetak satu gol.
Situasi itu membuat posisinya di lini depan klub semakin sulit. Persaingan ketat dan minimnya menit bermain membuat Ole belum mampu menunjukkan performa terbaik seperti saat masih bermain di Belanda.
Padahal sebelumnya, Ole sempat dipandang sebagai salah satu striker potensial yang dimiliki Indonesia. Kariernya berkembang melalui akademi NEC Nijmegen sebelum sempat memperkuat Willem II, FC Emmen, hingga FC Utrecht.
Momen terbaiknya datang bersama FC Emmen pada musim 2022/2023 ketika ia mencetak 13 gol dari 45 pertandingan. Penampilan itu membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai striker modern dengan kemampuan bergerak dinamis dan kuat dalam duel satu lawan satu.
Meski performanya di klub sedang menurun, Ole justru tetap menunjukkan kualitas saat membela Timnas Indonesia.
Sejak resmi menjadi bagian skuad Garuda pada 2025, ia sudah mengoleksi empat gol dari delapan pertandingan internasional. Produktivitas itu membuatnya masih menjadi salah satu pilihan penting dalam sistem permainan Patrick Kluivert.
Karena itu, muncul anggapan bahwa Ole hanya membutuhkan satu hal untuk bangkit: tempat yang memberinya kepercayaan penuh dan menit bermain konsisten.
Persebaya dianggap bisa menjadi jawaban atas situasi tersebut.
Green Force memang sedang mencari figur baru di lini depan untuk memperkuat proyek besar mereka musim depan. Apalagi klub asal Surabaya itu ingin menjadikan momentum usia seabad sebagai titik balik menuju era kejayaan baru.
Jika Ole benar-benar datang, ia tidak hanya akan menjadi mesin gol potensial, tetapi juga simbol ambisi baru klub.
Situasi serupa juga terjadi pada Marselino Ferdinan.
Gelandang muda berbakat Indonesia itu terus menjadi sorotan sejak berkarier di Eropa. Namun perjalanan Marselino tidak selalu mudah. Persaingan di luar negeri membuat menit bermainnya juga tidak selalu stabil.
Meski demikian, kualitas Marselino tetap dianggap sebagai salah satu yang terbaik di generasi mudanya. Kreativitas, keberanian duel, serta kemampuan bermain di berbagai posisi lini tengah membuatnya menjadi aset penting Timnas Indonesia.
Bagi Persebaya, Marselino bukan nama asing.
Ia pernah menjadi ikon muda klub sebelum melanjutkan karier ke luar negeri. Karena itu, rumor kepulangannya memiliki nilai emosional yang sangat kuat bagi Bonek dan publik Surabaya.
Bayangkan jika Ole Romeny dan Marselino Ferdinan benar-benar berseragam Persebaya dalam musim perayaan 100 tahun klub. Kombinasi keduanya bisa menghadirkan magnet besar, baik secara teknis maupun komersial.
Ole menawarkan ketajaman dan pengalaman Eropa di lini depan. Sementara Marselino menghadirkan kreativitas, visi bermain, dan identitas lokal yang dekat dengan kultur Persebaya.
Kehadiran dua pemain Timnas itu juga akan memperkuat proyek pelatih Bernardo Tavares yang disebut sedang membangun skuad lebih agresif dan kompetitif untuk musim depan.
Apalagi Persebaya sebelumnya sudah dirumorkan aktif memburu sejumlah pemain penting lain demi memperkuat hampir semua lini.
Di tengah dominasi Persib Bandung dalam beberapa musim terakhir, Persebaya tampaknya ingin mengirim pesan bahwa mereka siap kembali menjadi penantang serius gelar juara.
Usia 100 tahun bukan sekadar perayaan historis bagi Green Force. Ini adalah momentum untuk membangun era baru.
Dan dalam sepak bola modern, era baru sering dimulai dari transfer-transfer besar yang mampu mengubah mentalitas sebuah tim.
Kini publik Surabaya tinggal menunggu apakah rumor Ole Romeny dan Marselino Ferdinan benar-benar akan menjadi kenyataan. Namun satu hal mulai terlihat jelas: Persebaya tidak sedang membangun tim untuk sekadar bersaing di papan tengah.
Mereka sedang menyusun skuad untuk mengejar trofi.





