Harita Nickel (NCKL) Fokus Jaga Profitabilitas di Tengah Tekanan Harga 

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Harita Nickel menegaskan fokus perseroan dalam menjaga profitabilitas dan ketahanan bisnis di tengah tekanan harga nikel global.

Harita Nickel (NCKL) Fokus Jaga Profitabilitas di Tengah Tekanan Harga (Foto: dok NCKL)

IDXChannel - PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) atau Harita Nickel menegaskan fokus perseroan dalam menjaga profitabilitas dan ketahanan bisnis di tengah tekanan harga nikel global.

Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali mengatakan, industri nikel global saat ini berada dalam kondisi yang sangat dinamis sehingga perusahaan memilih fokus pada penguatan efisiensi dan keberlanjutan usaha jangka panjang.

Baca Juga:
Grup Harita (NCKL) Habiskan Seluruh Dana IPO Rp9,99 Triliun

"Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab," ujar Lukito dalam keterangan, Jumat (29/5/2026).

Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp29,63 triliun, sedangkan pada kuartal I-2026 mencatatkan pendapatan Rp6,81 triliun.

Baca Juga:
Anak Usaha NCKL Sepakati Kontrak Konsultansi TSF Obi-3 Rp2,11 Miliar

Dari sisi operasional, seluruh lini produksi disebut berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. 

Kegiatan usaha mencakup penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi melalui jalur Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), hingga pengolahan hidrometalurgi melalui jalur High Pressure Acid Leach (HPAL) yang menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) dan nikel sulfat.

Perseroan juga melanjutkan berbagai inisiatif efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan secara bertahap. Langkah tersebut meliputi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 40 MWp, pembangkit listrik berbasis pemanfaatan panas buang dari fasilitas HPAL sebesar 50 MWp, serta pengembangan Energy Management System yang sejalan dengan standar ISO 50001.

"Perseroan mengelola produktivitas dan efektivitas operasional secara lebih baik, dengan tetap memperhatikan tata kelola serta keberlanjutan usaha jangka panjang," tutur dia.

Di sisi keberlanjutan, perusahaan mencatat penghindaran emisi karbon sebesar 977.278 ton CO2e pada kuartal I-2026 atau meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut didukung pemanfaatan kembali panas buang, penggunaan biosolar, dan penerapan teknologi gasifikasi batu bara.

"Integrasi dari penambangan hingga pengolahan memungkinkan Perseroan menjaga produktivitas, meningkatkan efektivitas operasional, serta memperkuat ketahanan usaha dalam menghadapi perkembangan industri ke depan," kata dia.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berawal Viral di Medsos, Lagu Keras Kepala Meiska Kini Tembus 153 Juta Stream
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Jakarta Sambut Waisak di Bundaran HI: Diwarnai Lampu Hias, Warga Antusias
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Hari Ini Diprediksi Bergerak Melemah ke Level Rp17.900 per Dolar AS
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Wajah Baru Bundaran HI Jelang Waisak 2026, Penuh Lampion dan Dekorasi Nuansa Spiritual
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Momen Prabowo di Istana Elysee Kenakan Anugerah Selendang Merah dan Penghargaan dari Macron
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.