Seekor kerbau albino di Bangladesh yang dijuluki “Donald Trump” karena memiliki rambut pirang panjang mirip dengan Presiden Amerika Serikat (AS) batal disembelih pada perayaan Iduladha tahun ini karena viral. Hewan langka itu justru diselamatkan pemerintah dan akan dirawat di kebun binatang nasional.
Melansir laman France24, Bangladesh yang mayoritas penduduknya Muslim merayakan Hari Raya Iduladha atau hari raya kurban pada, Kamis (29/5/2026), dan kerbau albino seberat sekitar 700 kilogram itu dijadwalkan menjadi hewan kurban.
Namun, beberapa jam sebelum penyembelihan dilakukan, pemerintah turun tangan setelah kerbau tersebut viral dan menjadi sensasi di media sosial, sehingga menarik perhatian publik.
Atiqur Rahman, Kurator Kebun Binatang Nasional Bangladesh mengatakan pihaknya telah menyiapkan tempat khusus untuk merawat hewan langka tersebut.
“Kami telah menyiapkan kandang khusus untuk kerbau albino ini dan menunjuk seorang perawat yang akan mengurusnya. Hewan ini juga akan menjalani masa karantina selama dua minggu,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Popularitas kerbau albino itu meningkat pesat dalam beberapa pekan terakhir. Banyak warga datang untuk berfoto dan melihat langsung hewan yang memiliki rambut pirang mencolok di bagian kepala tersebut.
Zia Uddin Mridha, pemilik sebelumnya, mengaku saudaranya memberi nama “Trump” karena rambut kerbau itu dianggap sangat unik dan menyerupai ciri khas Presiden AS. “Namanya Trump karena rambutnya yang luar biasa,” kata Mridha.
Menurutnya, setiap hari banyak pengunjung datang, mulai dari pengguna media sosial, warga sekitar hingga anak-anak yang penasaran ingin melihat kerbau albino tersebut.
Menjelang Iduladha, Mridha sempat menjual kerbau itu kepada pembeli lain. Namun setelah mendapat perhatian luas dan dinilai sebagai hewan langka, pemerintah meminta agar penyembelihan dibatalkan.
Mohammad Ruhul Quddus Kepala Kepolisian Keraniganj, Dhaka, mengatakan pihaknya membantu mengamankan kerbau tersebut setelah menerima permintaan dari otoritas peternakan.
“Dinas peternakan meminta kami mengambil kerbau itu dari pemiliknya karena merupakan hewan langka. Mereka menilai kerbau albino ini masih sangat muda dan masih bisa dipelihara selama beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Setelah diselamatkan, kerbau albino “Trump” kini resmi menjadi penghuni Kebun Binatang Nasional Bangladesh.
Sebagai informasi, lebih dari 12 juta hewan ternak, termasuk kambing, domba, sapi, dan kerbau diperkirakan disembelih selama perayaan Iduladha di Bangladesh. Momen tersebut juga menjadi kesempatan bagi banyak keluarga kurang mampu untuk menikmati hidangan daging kurban. (bil/ipg)




