IEA Sebut Perang Timur Tengah Picu Krisis Keamanan Energi Terbesar Dunia

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Paris: Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan perang di Timur Tengah mendorong banyak negara membuka jalur pasokan baru dan beralih pada sumber daya domestik untuk menghadapi krisis energi terbesar di dunia.

Dalam laporan World Energy Investment, Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, mengatakan dunia saat ini tengah menghadapi krisis keamanan energi terbesar yang pernah terjadi.

“Kita sedang berada di tengah krisis keamanan energi terbesar yang pernah dihadapi dunia, dan saya percaya ini akan membentuk ulang strategi investasi secara global, dengan kemiripan terhadap perubahan besar di sektor energi setelah guncangan minyak pada 1970-an,” kata Birol, dikutip dari TRT World, Kamis, 28 Mei 2026.

Ia mengatakan negara produsen maupun konsumen energi mulai meningkatkan upaya diversifikasi jalur perdagangan dan sumber energi, termasuk pembangunan pipa baru dan infrastruktur pasokan lainnya, serta memanfaatkan sumber daya energi domestik.

IEA memperkirakan investasi energi global akan mencapai USD3,4 triliun pada 2026, sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar USD2,2 triliun diproyeksikan dialokasikan untuk jaringan listrik, penyimpanan energi, bahan bakar rendah emisi, energi nuklir, energi terbarukan, efisiensi energi, dan elektrifikasi.

Sementara itu, sekitar USD1,2 triliun diperkirakan tetap mengalir ke sektor minyak, gas alam, dan batu bara.

Meski harga minyak mentah meningkat, IEA memperkirakan investasi minyak akan turun untuk tahun ketiga berturut-turut pada 2026 dan berada di bawah USD500 miliar.

Penurunan itu dipicu ketidakpastian mengenai lamanya kenaikan harga minyak, waktu pengerjaan proyek yang panjang, keterbatasan pasokan, serta semakin ketatnya pasar rig lepas pantai yang membatasi investasi jangka pendek di luar Timur Tengah.

Sebaliknya, investasi gas alam diperkirakan naik menjadi USD330 miliar — level tertinggi dalam satu dekade — didorong gelombang proyek ekspor LNG baru, terutama di Amerika Serikat dan Qatar. Energi Domestik Jadi Prioritas Laporan IEA menyebut negara-negara pengimpor minyak mulai beralih ke sumber energi yang tersedia di dalam negeri, khususnya energi terbarukan, nuklir, dan batu bara.

Investasi energi terbarukan diperkirakan mencapai sekitar USD665 miliar pada 2026, termasuk USD365 miliar khusus untuk tenaga surya.

Sementara itu, investasi energi nuklir diproyeksikan melampaui USD80 miliar per tahun. Investasi batu bara juga diperkirakan mencapai USD180 miliar, tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Tiongkok sendiri disebut akan menyumbang hampir 70 persen belanja pasokan batu bara global. Beberapa negara Asia juga diperkirakan memperpanjang operasional pembangkit listrik tenaga batu bara mereka demi memperkuat keamanan energi.

IEA menambahkan investasi di sektor pasokan listrik dan infrastruktur diperkirakan mendekati USD1,6 triliun pada 2026, termasuk sekitar USD550 miliar untuk jaringan listrik.

Investasi pada penyimpanan baterai juga diperkirakan melampaui USD100 miliar.

Baca juga:  Dampak Konflik Timur Tengah dan Ketahanan Energi Jadi Pembahasan di KTT ASEAN


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol, Ini Porsi Idealnya
• 14 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Media Malaysia Tak Habis Pikir dengan Insiden Pawai Juara Persib Bandung, Soroti Aksi Merugikan Pemain dan Pelatih
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Wenger Tak Ragu: Arsenal Bisa Tamatkan Mimpi PSG di Final Liga Champions
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Flyover Bukan Tempat Rekreasi
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Era Baru Skutik Premium, MAXi Race Hadir di Seri Kejurnas Motoprix
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.