TEMANGGUNG, KOMPAS.TV – Polisi berencana menyelidiki latar belakang satu keluarga yang meninggal di dalam tenda di kawasan wisata Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Penjelasan mengenai rencana itu disampaikan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Kamis (28/5/2026).
Ia menjawab pertanyaan tentang apakah polisi juga melakukan profiling latar belakang dari keluarga tersebut untuk mendalami penyelidikan.
“Untuk kami dari Satreskrim sudah melaksanakan penyelidikan, jadi masih lanjut. Anggota juga masih turun ke lapangan untuk melaksanakan penyelidikan lebih lanjut terkait bagaimana latar belakang keluarga dari korban,” ucapnya.
Manhendra juga menegaskan, berdasarkan hasil autopsi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh keempat korban.
“Baik, dari hasil pemeriksaan autopsi jadi sudah dikonfirmasi bahwa tidak ada dugaan kekerasan fisik luar seperti lebam atau luka akibat benda tajam, atau benda tumpul, tidak ada,” ucapnya.
Ia menyampaikan, dugaan awal para korban meninggal dunia akibat keracunan.
Baca Juga: Tangis Pecah di Rumah Duka Satu Keluarga Tewas di Tenda 'Glamping', Polisi Tunggu Hasil Otopsi
“Betul untuk tanda-tanda keracunan itu sudah dikonfirmasi dari pihak medis bahwa ada tanda-tanda dua keracunan tadi, kemungkinan dari makanan dan kemungkinan dari gas hasil pembakaran tersebut,” kata dia.
Saat ditanya tentang kemungkinan adanya unsur kesengajaankah dalam insiden tersebut, ia menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam.
“Dari staf reskrim Polres Temanggung sampai saat ini masih sedang melaksanakan penyelidikan, dan sampai saat ini malam ini kami masih melaksanakan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” katanya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- sekeluarga tewas dalam tenda
- temanggung
- polres temanggung
- sekeluarga tewas di temanggung
- wisatawan tewas dalam tenda





