Candu Virtual, Derita Nyata

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

KEJAHATAN di era digital kini tidak lagi selalu hadir dalam rupa kekerasan fisik yang kasat mata, namun bergerak lebih senyap, menyusup melalui ruang-ruang virtual dengan daya rusak yang tak kalah besar.

Salah satunya tampak pada maraknya judi online, fenomena yang kerap dipersepsikan sebagai jalan pintas meraih keuntungan cepat.

Padahal sesungguhnya menyimpan potensi kriminalitas tersembunyi (hidden criminality) yang menggerogoti sendi moral, sosial, hingga ekonomi masyarakat.

Situasi ini menjadi semakin ironis karena masyarakat tidak lagi semata-mata berada pada posisi korban, melainkan turut terseret menjadi bagian aktif dalam mata rantai kejahatan digital tersebut.

Baca juga: Lelah Menjadi Kelas Menengah

Judi online atau biasa disebut judol dewasa ini menjadi contoh nyata bagaimana finansialisasi kriminalitas berkembang pesat dalam masyarakat modern.

Dalam sistem kapitalis yang semakin mengutamakan keuntungan, banyak orang tergoda oleh janji-janji kemudahan dan hasil cepat, tanpa menyadari bahwa yang mereka hadapi bukan hanya perjudian biasa, melainkan sebuah bentuk kejahatan terorganisir yang bisa menghancurkan kehidupan individu, keluarga, dan bahkan negara.

Berdasarkan data demografi, pemain judi online usia di bawah 10 tahun mencapai 2 persen dari total keseluruhan yaitu 80.000 anak.

Sementara sebaran pemain antara usia antara 10 tahun hingga dengan 20 tahun sebanyak 11 persen atau kurang lebih 440.000 orang, kemudian usia 21 hingga dengan 30 tahun 13 persen atau 520.000 orang.

Usia 30 tahun hingga 50 tahun sebesar 40 persen atau 1.640.000 orang dan usia di atas 50 tahun sebanyak 34 persen dengan jumlah 1.350.000 orang. (PPATK, 2024)

Data terbaru yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan situasi yang patut menjadi perhatian serius.

Saat ini, hampir 200 ribu anak tercatat telah terpapar praktik judi online.

Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 80 ribu di antaranya merupakan anak-anak berusia di bawah 10 tahun.

Angka tersebut tidak sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa ruang digital anak semakin rentan disusupi praktik ilegal yang mengancam masa depan generasi muda. (Komdigi, 13/5/2026)

Cegah Penetrasi Judi Online

Jika dicermati lebih jauh, data tersebut memperlihatkan tren yang semakin mengkhawatirkan.

Laporan PPATK pada 2024 mencatat jumlah pemain judi online berusia di bawah 10 tahun mencapai sekitar 80 ribu anak.

Sementara itu, data terbaru Komidigi pada Mei 2026 menunjukkan angka anak yang terpapar judi online telah mendekati 200 ribu orang.

Dengan kata lain, dalam kurun waktu sekitar dua tahun, terjadi lonjakan paparan terhadap anak-anak yang mendekati 250 persen.

Kenaikan ini tidak dapat dipandang sekadar sebagai pertumbuhan angka statistik, melainkan alarm serius tentang semakin agresifnya penetrasi judi online ke ruang kehidupan anak. 

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa judi online telah bergerak jauh melampaui persoalan biasa, berkembang menjadi ancaman sosial yang menyasar kelompok paling rentan, yakni anak-anak yang secara psikologis belum memiliki kemampuan memadai untuk memahami risiko manipulasi digital.

Fenomena bisa kita lihat, generasi bangsa kita sedang mengalami fenomena “tersandera” judi online, artinya terlanjur tercebur dan tidak tahu “jalan keluar.”

Artinya, hari ini negara tidak bisa lagi hanya bertumpu pada pemblokiran situs atau penindakan sporadis semata.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Ketika Tempat Ibadah Tak Lagi Aman


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Kasus Balita Tewas Mengenaskan di Bekasi: Paman Jadi Tersangka
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Pengadilan Thailand Bebaskan Politikus Oposisi dari Tuduhan Menghina Kerajaan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Manfaat Junk Journaling untuk Kesehatan Mental
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
19 Mobil Golf Disiagakan di Mina, Bantu Jamaah Haji yang Kelelahan hingga Lansia
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Antojitos Hadir di Payangan Lounge, Sajikan Rasa Street Food Latin yang Berkelas
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.