Grid.ID - Sebuah teror api misterius menghantui rumah warga di Sleman. Api tersebut muncul secara acak di setiap sudut rumahnya sejak sepekan terakhir. Tim Gegana pun sampai turun tangan cari penyebabnya.
Fenomena misterius muncul di salah satu rumah warga Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah milik Agus Yani ini disambar abi yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Peristiwa ini pertama kali terjadi pada Jumat pekan lalu hingga Rabu (27/5/2026). Api tersebut muncul secara misterius dan membakar benda-benda yang ada di dekatnya.
Akibat hal ini Agus dan keluarganya selalu terjaga tiap malam. Anak pemilik rumah, H. Mutfiana, mengatakan teror api misterius paling sering terjadi menjelang tengah malam dan membakar barang secara acak, mulai dari handuk, kasur, sofa, hingga perabot rumah tangga lainnya.
Mengutip Tribun Jogja, api kembali membakar satu barang yang ditaruh di gagang pintu kamar tengah pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 22.50 WIB. Saat itu keluarga Agus langsung sigap mengambil ember berisi air dan kain untuk memadamkan.
Barang yang terbakar tersebut adalah handuk merah, yang kemudian jatuh ke lantai dan api sedikit membesar. Seluruh kamar berukuran sekitar 4x3 meter dipenuhi asap cukup pekat, sesaat setelah api padam.
Sampai kemarin malam, sudah hari keenam rumah berlantai dua itu mengalami kejadian api tiba-tiba muncul di dalam rumah. Dalam 24 jam terakhir, sudah sekitar lima kali barang di dalam rumah terbakar dengan titik api yang acak. Mulai dari dalam kamar hingga ke sisi utara luar rumah.
Setiap malam, keluarga Agus masih terus terjaga untuk mengantisipasi adanya titik api yang muncul. Dari pola yang diamati, tengah malam adalah saat-saat rawan munculnya api, di mana pun titiknya.
Sementara, selepas magrib, muncul api cukup besar di tembok utara rumah. Api tersebut mulanya membakar barang yang ada di atas meja.
"Telat dua menit aja selesai ini," ucap H. Mutfiana, anak Agus Yani.
Sedangkan pada Selasa (26/5/2026), terjadi sekitar tiga hingga empat kali api muncul di dalam rumah. Termasuk membakar gulungan tikar yang disandarkan di dinding sisi utara. Untuk diketahui, api pertama muncul di sisi selatan dengan dugaan ada kebocoran gas dari saluran septic tank.
Tim Gegana Polda DIY Sampai Turun Tangan
Akibat peristiwa misteri teror api di rumah warga Sleman ini, Tim Gegana Polda DIY pun telah datang untuk melakukan pengecekan. Dari hasil pemeriksaan, kebakaran dipicu kebocoran gas metana dari septic tank.
"Setelah Gegana itu, sore ada, malam ada. Masih ada (perabotan yang terbakar), tapi dari Gegana mungkin karena ada sisa-sisa gas yang tersisa jadi masih ada seperti itu," ucap Mutfiana dikutip dari Kompas.com.
Mutfiana mengaku telah menjalankan seluruh rekomendasi dari petugas, termasuk memperbaiki saluran septic tank dan memindahkan barang-barang mudah terbakar dari dalam rumah.
"Udah (sudah diperbaiki), maksudnya udah bagus semuanya. Maksudnya yang dianjurkan dari Gegana sudah kami lakukan. Terus baju-baju memang sudah diungsikan sebenarnya, tapi ya ada aja yang kebakaran," ungkapnya.
Meski demikian, api masih kembali muncul secara tiba-tiba. Masih menurut Mutfiana, tidak ada tanda-tanda khusus sebelum api muncul. Bahkan, bau gas yang sebelumnya sempat tercium kini sudah tidak ada lagi.
Sementara itu, Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan Tim Gegana Polda DIY masih menduga fenomena itu dipicu akumulasi gas metana di bawah bangunan rumah.
"Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo
Menurut dia, sejumlah langkah penanganan sebenarnya telah dilakukan, mulai dari perbaikan septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa pralon yang bocor, hingga pemasangan saluran pembuangan gas.
Namun, sisa gas yang telanjur menyebar di bawah struktur bangunan disebut masih berpotensi memicu kemunculan api.
"Hingga hari keenam sejak pertama kali kejadian, tercatat sudah lebih dari 40 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah tersebut," jelasnya.
Kini keluarga Agus Yani pun terpaksa terus bersiaga setiapa malam untuk memantau kemunculan api misterius. Bahkan, menurut Mutfiana, warga sekitar rumahnya juga ikut rutin berpatroli setiap 15 menit hingga 30 menit sekali.
"Kita muter terus tiap 15 menit atau setengah jam buat inspeksi, takut ada api lagi," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




