Dinda, gadis asal Riau, membuktikan bahwa tekad mampu mengalahkan keterbatasan. Menghadapi obesitas dan dipandang sebelah mata, ia menolak menyerah pada keadaan.
Melalui kerja keras dan disiplin tinggi, Dinda mentransformasikan dirinya menjadi seorang pelari tangguh. Perjuangan tanpa lelah ini berbuah manis ketika ia resmi didapuk sebagai Brand Ambassador Riau Bhayangkara Run 2026.
Kisah inspiratifnya kini menjadi simbol perlawanan generasi muda terhadap keraguan. Dinda tidak hanya berlari demi kesehatan, melainkan juga membuktikan bahwa ejekan bisa diubah menjadi prestasi yang membanggakan daerah asalnya.
Karorena Polda Riau sekaligus Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026, Kombes Daniel Muharam mengatakan Dinda adalah salah satu contoh generasi muda yang melawan kemustahilan.
"Diremehkan, dipandang tidak mampu, motivasi yang paling kuat adalah untuk membuktikan," kata Daniel, dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Dinda bukan seorang atlet, tetapi dia mampu membuktikan segala keterbatasannya tidak menjadi halangan untuk bangkit.
"Dengan segala keterbatasannya, dia bisa membuktikan," ucapnya.
Di kalangan pelari, Dinda bukan sosok yang asing lagi. Dinda dikenal pantang menyerah dengan kondisinya yang terbatas.
"Sosok Dinda selalu muncul di pagi dan sore hari. Menurut saya ini dia adalah orang yang penuh tekad dan pantang menyerah dan sejauh ini kami melihat dia ini progresif," kata Rizky Ganda, Green Policing Runner.
Riau Bhayangkara Run 2026 akan menghadirkan tiga kategori utama yakni Half Marathon 21K nasional dan internasional, 10K, serta 5K. Start dan finish akan dipusatkan di Mapolda Riau. Event terbesar se-Sumatera ini akan digelar pada 19 Juli 2026.
Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui website resmi riaubhayangkararun.com. Sementara pengambilan race pack dijadwalkan pada 17-18 Juli 2026 di Gelanggang Remaja Pekanbaru. Selain itu, event tersebut juga telah mengantongi sertifikasi World Athletics sehingga memenuhi standar internasional dalam pelaksanaannya.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa Riau Bhayangkara Run bukan sekadar agenda olahraga tahunan, melainkan momentum membangun human solidarity dan environmental ethics di tengah masyarakat. Irjen Herry mengajak masyarakat memperkuat kesadaran kolektif menghadapi potensi musim kemarau panjang pada tahun 2026.
"Oleh karena itu, dalam menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Polri mengajak seluruh masyarakat menyiapkan kesadaran ekologis. Kita harus bersama-sama menjaga alam, menjaga lingkungan, dan memastikan keberlanjutannya bagi anak cucu kita di masa depan," kata Irjen Herry.
(mea/mea)





