Jakarta, tvOnenews.com - Masa depan Gleison Bremer bersama Juventus mulai menjadi sorotan menjelang dibukanya bursa transfer musim panas 2026. Bek asal Brasil itu kini disebut masuk dalam daftar pemain yang berpotensi dilepas demi membantu kondisi finansial klub asal Turin tersebut.
Kegagalan Juventus lolos ke Liga Champions musim 2026/2027 ternyata membawa dampak cukup besar terhadap perencanaan skuad. Situasi itu membuat manajemen Bianconeri harus mempertimbangkan penjualan beberapa pemain penting demi menjaga kestabilan keuangan klub.
Direktur utama Juventus, Damien Comolli, bahkan sudah memberi sinyal bahwa klub akan melakukan penyesuaian besar pada komposisi tim musim depan. Meski begitu, ia memastikan Juventus tetap akan membangun skuad kompetitif di bawah arahan pelatih anyar Luciano Spalletti.
Di tengah upaya penyusunan ulang tim tersebut, nama Gleison Bremer muncul sebagai salah satu pemain yang paling banyak diperbincangkan. Bek tengah berusia 29 tahun itu dianggap memiliki nilai jual tinggi sekaligus masih diminati sejumlah klub besar Eropa.
Bremer sebenarnya masih menjadi salah satu sosok penting di lini pertahanan Juventus. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, sang pemain disebut mulai mempertimbangkan masa depannya setelah merasa kariernya belum berkembang sesuai harapan.
Pada akhir musim lalu, Bremer sempat memberi sinyal ketidakpuasan terkait minimnya trofi yang diraih bersama Juventus. Bek Timnas Brasil itu disebut mulai ingin merasakan persaingan di level yang lebih tinggi dan tampil secara konsisten di kompetisi elite Eropa.
Menurut laporan Sky Sport, Juventus kini mulai membuka peluang melepas Bremer dengan nilai transfer yang lebih rendah dari klausul pelepasannya. Perubahan sikap tersebut terjadi karena kondisi pasar yang tidak berkembang sesuai ekspektasi klub.
- Juventus Official
Dalam kontraknya yang berlaku hingga Juni 2029, Bremer sebenarnya memiliki klausul pelepasan senilai 58 juta euro. Klausul itu bisa diaktifkan oleh klub mana pun selama bursa transfer musim panas berlangsung.
Namun, situasi berubah setelah Bremer beberapa kali mengalami cedera dalam dua musim terakhir. Kondisi tersebut membuat ketertarikan sejumlah klub besar tidak berkembang terlalu cepat seperti yang sempat diprediksi sebelumnya.




