Exxon Peringatkan Stok Minyak Global Kian Menipis, Harga Berpotensi Melonjak

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Exxon Mobil memberikan peringatan pada Kamis (28/5) bahwa persediaan minyak mentah global diperkirakan akan merosot ke rekor terendah dalam beberapa pekan ke depan.

Mengutip CNBC, kondisi ini diproyeksikan bakal memicu lonjakan harga minyak mentah sekaligus menekan permintaan pasar.

"Kita sedang mendekati tingkat persediaan minyak yang belum pernah terjadi sebelumnya. Maksud saya, level yang benar-benar sangat rendah," ujar Wakil Presiden Senior ExxonMobil, Neil Chapman, dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Bernstein di New York.

Chapman menuturkan, penurunan level ekstrem ini bisa saja terjadi dalam beberapa pekan ke depan. "Namun, begitu kita mencapai titik tersebut, Anda akan melihat harga minyak melonjak drastis," kata dia.

Harga Minyak Diprediksi USD 160 per Barel

Eksekutif tersebut menambahkan bahwa harga kargo fisik minyak mentah Brent berpotensi menembus kisaran USD 150-USD 160 per barel saat persediaan menyentuh titik terendah sepanjang sejarah dalam beberapa pekan mendatang.

"Ketika harga mencapai level tertentu, penurunan permintaan (demand destruction) akan membawa pasar kembali ke titik keseimbangan," jelasnya.

Di sisi lain, minyak mentah Brent berjangka untuk pengiriman Juli, yang merupakan kontrak terdekat, ditutup di bawah USD 94 per barel pada hari Kamis.

Angka ini bertahan karena para pelaku pasar kembali menaruh harapan pada tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.

Menurut Badan Energi Internasional (IEA), langkah Iran yang menutup jalur perairan strategis tersebut sejauh ini telah melenyapkan lebih dari satu miliar barel minyak dari pasar, menjadikannya gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Chapman menyebut cadangan minyak bumi yang ada memang sempat meredam dampak krisis tersebut, namun situasi itu tidak bisa bertahan selamanya.

Persediaan Minyak Dunia Terus Terkuras

UEA baru-baru ini telah memperingatkan bahwa persediaan minyak dunia terkuras pada laju tercepat yang pernah tercatat.

Pada Maret lalu, negara-negara anggota organisasi tersebut bahkan telah sepakat untuk melepas cadangan darurat sebanyak 400 juta barel sebuah rekor tertinggi guna menekan dampak dari disrupsi pasokan.

Selama dua bulan terakhir, para petinggi industri minyak terus mengingatkan bahwa pasar kontrak berjangka minyak mentah saat ini belum mencerminkan skala disrupsi yang sebenarnya, yang dipicu oleh perang di Timur Tengah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MPL ID S17 Penuh Plot Twist! Ini Pertandingan yang Paling Mengguncang
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Urus SIM Tanpa Repot, Simak Cara Buat dan Perpanjang SIM Lewat HP
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Hijau saat Pasar Bersiap Hadapi Efektif Rebalancing MSCI Hari Ini
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Tantangan Pemandi Jenazah Menghadapi Luka, Duka dan Perbedaan Tradisi
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi Malam Ini, Kolom Abu Capai 2.000 Meter
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.