TABLOIDBINTANG.COM - Diandra dibuat murka setelah Raga nekat mengungkapkan perasaannya di tengah kondisi Dimitri yang masih kritis.
Cerita bermula saat Raga menarik paksa Diandra menyusuri koridor rumah sakit. Dengan mata berkaca-kaca, Raga mengaku takut kehilangan Diandra dan tak mampu lagi menyimpan perasaannya.
“Bu Diandra, saya cuma nggak mau kehilangan kamu,” ucap Raga penuh emosi.
Namun ucapan itu justru membuat Diandra marah besar. Tanpa ragu, Diandra langsung menampar Raga dan memperingatkannya agar tidak lagi berkata yang tidak pantas.
“Cukup! Jangan lagi kamu berani mengucapkan kata-kata seperti itu di hadapan saya. Sekarang saya minta kamu pergi dari sini!” bentak Diandra.
Di sisi lain, Adam masih berdiri di depan ruang IGD tempat Dimitri dirawat. Tak lama kemudian, Diandra datang dan duduk di dekat ruangan tersebut.
Adam yang masih dipenuhi amarah tampak ingin mengusir Diandra, namun perempuan itu justru menunjukkan ketegasannya.
“Di sini tidak ada orang yang bisa mengusir saya dari sisi suami saya, bahkan kalau itu mertua saya sendiri,” ujar Diandra tegas.
Diandra juga meminta maaf kepada Adam, tetapi tetap bersikeras akan terus berada di samping Dimitri dalam kondisi apa pun.
“Maafin saya, Pa. Tapi saya akan tetap di sini,” katanya.
Ucapan itu membuat Adam semakin geram. Ketegangan hubungan keduanya pun semakin sulit mereda.
Sementara itu, suasana haru terlihat di kamar perawatan Dimitri. Diandra setia menunggu sang suami yang masih terbaring lemah. Tak lama kemudian, Suster Peri, Freya, dan Pak El datang menjenguk Dimitri.
Mereka tampak sedih melihat kondisi Dimitri yang belum juga membaik. Namun Freya mencoba mencairkan suasana dengan mengajak semua orang membuat gambar harapan untuk ditempel di dinding kamar Dimitri.
“Nanti gambar harapannya kita tempel di dinding kamar Ayah, biar Ayah semangat sembuh,” kata Freya.
Mendengar ide tersebut, Diandra akhirnya tersenyum dan setuju. Momen hangat itu menjadi sedikit penghibur di tengah kondisi Dimitri yang masih memprihatinkan.



