Seberapa Selaras Jurusan dengan Pekerjaan? Ini Data Lulusan PTS Jabodetabek

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini Plt Sekjen Kemendikti Saintek, Badri Munir Sukoco, menyebut pihaknya tengah mengkaji kemungkinan menutup program studi (prodi) yang tidak relevan dengan kebutuhan industri.

Ia menyoroti tingginya ketidaksesuaian (mismatch) antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja. Menurut Badri, kondisi itu mendorong perlunya kebijakan bersama, termasuk kemungkinan menutup prodi yang dinilai tidak lagi relevan. Pernyataan ini Ia sampaikan pada acara Simposium Kependudukan 2026, dikutip Senin (28/5).

Terdapat dua tipe mismatch yang sering ditemui dalam dunia kerja. Pertama, vertikal mismatch—ketika tingkat pendidikan/keterampilan pekerja tidak sesuai dengan tingkat pekerjaannya. Kedua, horizontal mismatch—ketika latar belakang pendidikan atau bidang studi tak sesuai dengan pekerjaannya saat ini.

Ketidakselarasan Prodi dengan Pekerjaan di PTS Jabodetabek

Guna mengetahui lebih detail perihal bidang studi dan program studi yang menyumbang ketidakselarasan tertinggi, kami melakukan scraping data website Tracer Study milik Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kami menarik data terhadap 127 Perguruan Tinggi Nasional (PTN) se-Indonesia dan 390 PTS (Perguruan Tinggi Swasta) se-Jabodetabek.

Tracer study adalah survei pelacakan rekam jejak lulusan perguruan tinggi yang dikelola Kemendikti. Survei ini wajib diisi alumni dua tahun setelah kelulusan untuk mengevaluasi kesesuaian kurikulum dengan dunia kerja, sekaligus menjadi salah satu syarat akreditasi.

Data yang kami gunakan merupakan akumulasi hasil survei dari 2022 hingga 2025. Karena setiap program studi memiliki jumlah responden yang berbeda-beda, kami menormalisasi data berdasarkan nama program studi. Tujuannya sekaligus untuk mencermati prospek tiap prodi secara menyeluruh.

Desain Komunikasi Visual (DKV) IKJ dan DKV Binus, misalnya, dihitung sebagai satu kelompok prodi "DKV". Untuk menjaga keandalan analisis, hanya program studi dengan minimal 50 responden yang kami sertakan.

Keselarasan Lulusan Bidang Studi Agama Paling Rendah

Dari hasil analisis data tersebut, kami menemukan lulusan sarjana bidang agama paling banyak bekerja di tempat yang tak sesuai bidang ilmunya. Angka ini didominasi oleh responden asal ilmu hukum keluarga islam (ahwal syakhshiyyah) maupun ilmu hukum keluarga (ahwal syakhshiyah). Dua prodi tersebut tersedia di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Secara administratif, kampus-kampus keagamaan sedianya berada di bawah naungan Kementerian Agama. Namun, memang ada kampus swasta seperti UMJ yang bernanung di bawah Kemendiktisaintek, serta menawarkan prodi keagamaan.

Adapun bidang-bidang keilmuan ini merupakan hasil pengklasifikasian yang kami lakukan secara mandiri. Mulai dari bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga pertanian. Bidang pertanian di sini juga meliputi ilmu-ilmu peternakan maupun ilmu-ilmu perikanan.

Sedangkan, sarjana kesehatan menjadi pekerja yang memiliki keselarasan paling tinggi. Mereka bekerja di sektor yang sama dengan pendidikan yang ditempuh. Jumlah tersebut didominasi sarjana dari prodi kebidanan, kedokteran, dan keperawatan.

Begitu pula dengan bidang pendidikan yang memiliki persentase keselarasan tertinggi kedua. Bidang ini meliputi pendidikan guru SD (PGSD), pendidikan matematika, pendidikan sejarah, dan lain sebagainya.

Jika menyandingkan berdasarkan rumpun, lulusan prodi soshum punya keselerasan lebih tinggi ketimbang Saintek. Namun, selisihnya hanya terpaut 0,60 persen.

Deretan Prodi Sarjana di PTS yang Selaras dan Tidak Selaras

Berbeda dengan jenjang sarjana di PTN, Pendidikan Bahasa Jepang jadi prodi di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memiliki tingkat keselarasan dengan pekerjaan mencapai 100 persen. Data ini diperoleh dari jumlah 1 kampus, yaitu Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Manajemen Keuangan & Perbankan Syariah menempati peringkat dua tertinggi dengan keselarasan mencapai 98,48 persen. Data tersebut diambil dari 1 kampus, yaitu STIE Indonesia Banking School.

Kemudian, terdapat prodi Pendidikan Sejarah yang tingkat keselarasannya mencapai 98,46 persen. Angka tersebut diperoleh dari jumlah 2 kampus, yaitu Universitas Indraprasta PGRI dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Sementara itu, prodi di PTS yang paling tak selaras dengan pekerjaan adalah Teknik Geofisika dengan tingkat ketidakselarasannya mencapai 46,67 persen. Data tersebut diperoleh dari 1 kampus, yaitu Universitas Pertamina.

Kemudian, Pendidikan Olahraga dengan persentase tidak selaras terhadap pekerjaan mencapai 42,4 persen. Data tersebut diperoleh dari 3 kampus, yaitu Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kusuma Negara.

Bioteknologi juga menjadi salah satu prodi yang tidak selaras dengan pekerjaan, mencapai 39,76 persen. Angka tersebut diperoleh dari 2 kampus, yaitu Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Universitas Esa Unggul.

Di urutan ke-4, prodi paling tidak selaras ditempati Hukum Keluarga Islam dengan persentase mencapai 39,36 persen. Angka tersebut diperoleh dari 2 kampus, yaitu UMJ dan Universitas Darunnajah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 30 Cartridge Etomidate di Cengkareng, Satu Kurir Ditangkap
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Mantan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi Meninggal di Pengasingan pada Usia 80 Tahun
• 15 jam laluokezone.com
thumb
BPIP: Prabowo Akan Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ada Apa dengan Kasus Erin? Sunan Kalijaga Tiba-tiba Mundur
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka Juni? Cek Perkiraan Jadwal Terbarunya
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.