JAKARTA, KOMPAS.com - Memutuskan untuk bekerja sebagai fasilitator atau pemandu lansia di daycare atau panti jompo bukan merupakan hal mudah.
Namun, pekerjaan penuh tanggung jawab itu tetap dipilih oleh ibu dua anak bernama Yuli (61) sejak satu tahun lalu.
Usai pensiun dari perusahaan farmasi di tahun 2020, ia lebih sering disibukan dengan pelayanan di gereja dan mengurus pekerjaan rumah.
Namun menghabiskan waktu di rumah saja kerap kali membuatnya mengalami kesepian, karena kedua anaknya jarang di rumah karena bekerja.
Oleh karena itu, ia memilih untuk bergabung sebagai seorang pemandu atau biasa disebut fasilitator di Daycare Rumah Elok Lansia.
Baca juga: Tak Ingin Mama Kesepian Saat Daycare Lansia Jadi Solusi Anak Urban
Bukan hanya untuk mengisi waktu kosong, menjadi pemandu lansia dianggap menjadi obat untuk mengobati rasa rindunya pada orangtua yang telah tiada.
"Saya pikir berkegiatan di sini seperti saya punya orangtua lagi. Kebetulan orangtua saya sudah tidak ada semua, mertua juga sudah tidak ada. Jadi kerinduan saya terobati," ungkap Yuli ketika ditemui di Daycare Rumah Elok Lansia, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).
Tak merasa sulitYuli bilang, pertama kali bergabung menjadi pemandu lansia di daycare, karena diajak oleh rekannya bernama Mira (61) yang merupakan Founder Rumah Elok Lansia.
Sudah satu tahun lamanya, setiap Kamis ia harus meluangkan waktu untuk mendampingi lansia melakukan berbagai aktivitas mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Tugas Yuli adalah menyiapkan materi, menyambut lansia ketika datang di pagi hari, mengajak berbincang dan sarapan bersama, hingga memimpin doa sebelum memulai aktivitas.
Setelah itu, Yuli dan dua pemandu lain akan mengajak para lansia masuk ke kelas untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti senam bersama, brain gym seperti mengerjakan soal matematika, mengisi teka-teki, mewarnai, dan lain sebagainya.
Tepat pukul 12.00 WIB, Yuli akan mengajak para lansia untuk beristirahat sambil makan siang bersama.
Baca juga: Saya Enggak Kesepian Lagi, Ketika Leny Temukan Rumah Kedua di Daycare Lansia...
Usai makan siang, mereka akan kembali ke kelas untuk melakukan aktivitas selanjutnya seperti bernyanyi bersama, bermain game, dan bermain alat musik.
Selama mendampingi para lansia, Yuli mengaku sama sekali tidak mengalami kesulitan.
"Tantangannya tidak ada sih. Saya senang karena seperti punya orangtua lagi. Kerinduan saya sama orangtua saya seperti terobati saja. Jadi, banyak senangnya daripada susahnya," sambung Yuli.
Belajar secara otodidakIa mengaku, sama sekali tak memiliki background pendidikan untuk mengurus atau mendampingi para lansia.
Semua materi yang diberikan untuk menstimulasi para lansia didapatkannya lewat YouTube atau pengalaman mendampingi lansia ketika senam di gereja.
Fasilitator lain bernama Avi (60) juga mengaku, tak memiliki background pendidikan khusus untuk mengurus lansia.
Semua materi yang diberikan didapatkan dari buku-buku brain gym atau pun media sosial seperti YouTube.
Sama seperti Yuli, keputusan Avi bergabung di Rumah Elok Lansia karena diajak oleh Mira yang merupakan teman sekolahnya.
Baca juga: Daycare Lansia Rumah Elok, Harapan Baru Melawan Sepi





